www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 Juli 2026
Home GLOBAL Kawasan Global Mahfuz Sidik: Dunia Masuk Fase Tak Terduga Usai Penangkapan Presiden Venezuela
Kawasan Global

Mahfuz Sidik: Dunia Masuk Fase Tak Terduga Usai Penangkapan Presiden Venezuela

Partai Gelora
SEKJEN Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Geopolitik global dinilai tengah memasuki fase paling berbahaya dan tak terduga dalam beberapa dekade terakhir. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat disebut bukan akhir dari konflik global, melainkan awal dari rangkaian peristiwa besar yang berpotensi mengguncang tatanan dunia.

Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema “Pergeseran Peradaban dan Politik Global”, Jumat (9/1/2026) malam

“Dinamika politik global akan semakin memanas. Banyak peristiwa tak terduga yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan kini benar-benar terjadi,” ujar Mahfuz.

Mahfuz menilai, pengerahan militer Amerika Serikat ke Venezuela hingga penangkapan Presiden Maduro dan istrinya menjadi preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan berubahnya wajah diplomasi global menjadi lebih keras dan terbuka.

“Ini tidak akan berhenti di Venezuela. Justru ini membuka pintu bagi eskalasi konflik di berbagai kawasan,” tegasnya

Ia menyebut Iran sebagai target berikutnya. Operasi pergantian rezim dinilai tengah berlangsung melalui eskalasi demonstrasi yang makin luas dan anarkis.

Greenland dan Arktik Jadi Medan Baru Perebutan Kuasa

Tak hanya Timur Tengah dan Amerika Latin, Mahfuz mengungkapkan bahwa kawasan Arktik kini menjadi arena baru perebutan pengaruh global. Amerika Serikat, kata dia, berencana menguasai Greenland yang secara geopolitik strategis.

“Greenland adalah pintu masuk ke Eropa dan Arktik untuk menghadang pengaruh Rusia dan China yang sedang membangun jalur sutra baru di wilayah tersebut,” jelas Mahfuz

Greenland diproyeksikan menjadi basis militer utama AS di Eropa Utara guna melemahkan kekuatan Rusia, dengan skenario yang menyerupai strategi Amerika Serikat saat menghadapi Uni Soviet melalui perang Afghanistan.

Trump dan Rekonstruksi Tatanan Dunia

Mahfuz juga menyoroti kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menarik Amerika dari puluhan lembaga global di bawah naungan PBB. Langkah itu dinilainya sebagai sinyal kuat bahwa AS tak lagi ingin terikat pada tatanan internasional lama.

“Trump ingin mengembalikan Amerika sebagai satu-satunya superpower. PBB dianggap tidak lagi memiliki otoritas untuk mengatur Amerika,” ujarnya

Dalam pandangan Mahfuz, politik luar negeri AS kini dibangun dengan logika hitam-putih: kawan atau lawan.“Kalau Anda kawan, kita bekerja sama. Tapi kalau Anda lawan, maka akan dilawan,” katanya.

Konsolidasi Negara-Negara Islam

Menghadapi perubahan ekstrem tersebut, Mahfuz menyerukan pentingnya konsolidasi politik negara-negara Islam yang dinilainya terus melemah dalam konstelasi global.

“Umat Islam dan negara-negara muslim harus membangun kesadaran kolektif untuk menyatukan kekuatan politiknya. Dunia harus kembali ke tatanan multipolar,” pungkasnya

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara besar dengan politik luar negeri bebas aktif perlu mencermati perubahan global ini secara serius agar tidak terseret dalam pusaran konflik yang kian sulit diprediksi.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Presiden AS Donald J Trump.
EKONOMIKawasan Global

Trump akan Terapkan Tarif Baru pada Lebih dari 80 Negara

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat akan mengenakan tarif antara 10% atau 12,5%...

Platform Media Sosial (dok:Unsplash.cpm/Berke-citak)
GLOBALKawasan Global

Prancis Sahkan RUU yang Melarang Anak Gunakan Medsos

JAKARTA, Bisnistoday - Parlemen Prancis mengesahkan RUU yang melarang penggunaan media sosial...

Perang AS-Israel vs Iran (Ilustrasi:Unsplash/Siafee Art)
Kawasan Global

Menhan AS Minta Tambahan Anggaran untuk Serang Iran

JAKARTA, BISNISTODAY - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengungkapkan angka resmi...

Warga di Roma, Italia yang dilanda gelombang panas (dok; Antonio Masiello/Getty Images)
GLOBALKawasan Global

Gelombang Panas di Eropa kian Meluas, Ribuan Orang Tewas

JAKARTA, Bisnistoday- Gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa kian meluas. Selain...