www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home GLOBAL Mamin Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp150 Miliar 
GLOBAL

Mamin Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp150 Miliar 

POTENSI MAMIN : Pengujung tengah meminati produk makanan dan minuman (mamin) asal Indonesia, di ajang pameran di Las Vegas, belum lama ini.
Social Media

LAS VEGAS, Bisnistoday – Produk makanan dan minuman Indonesia semakin diminati pasar Amerika Serikat (AS). Ini terlihat saat Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) mengikuti pameran Winter Fancy Food Show (WFFS) 2022 pada 6-8 Februari 2022 di Las Vegas, AS. Pada pameran ini produk mamin Indonesia berhasil meraup potensi transaksi sebesar lebih dari Rp 150 miliar. 

“Penyelenggaraan pameran tahun ini terhitung memiliki skala yang lebih kecil dibanding gelaran sebelumnya. Namun, Indonesia mampu meraup potensi transaksi yang menggembirakan,’’ terang Kepala Indonesian Trade Promotion Center Los Angeles (ITPC) Bayu Nugroho. 

WFFS merupakan pameran tahunan yang diadakan Asosiasi Specialty Food Associaton. Pameran ini menampilkan produk mamin yang mengedepankan orisinalitas asal etnis atau budaya, mempunyai proses pengolahan unik dengan bahan dasar spesifik, mempunyai pengemasan yang menarik, serta memiliki saluran distribusi dan penjualan yang spesifik. Pada gelaran tahun ini, WFFS diikuti 876 peserta dari berbagai negara di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, Italia, Jepang, Prancis, Spanyol, dan Brasil. 

Pada pameran ini, Indonesia menampilkan sembilan perusahaan serta usaha kecil dan menengah (UKM) Perusahaan tersebut antara lain Jans Enterprises Corp yang merupakan importir dan distributor mamin Indonesia. Jans Enterprises Corp menawarkan beragam produk mamin dengan label Jans. Produk tersebut di antaranya keripik singkong, keripik ubi, air kelapa, dan biskuit ke pasar AS. 

Perusahaan lainnya, Jawa Import Inc & FoodEx menampilkan berbagai produk makanan dengan bahan dasar unik dan inovatif, diantaranya berbagai macam sambal, bumbu jadi, teh celup herbal, dan buah. 

Selain itu, turut serta Atama Premier Foods merupakan perusahaan yang berpusat di Los Angeles, California. Perusahaan ini menawarkan berbagai macam makanan ringan dengan desain kemasan dan rasa yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat AS, antara lain kue kering, keripik ubi, biskuit keju, dan kerupuk udang. 

Pada pameran ini Indonesia juga menampilkan produk minuman melalui PT Tong Tji Indonesia. Perusahaan ini menghadirkan produk teh dengan berbagai varian unggulan seperti melati, hitam, jeruk purut, hijau, hijau melati, dan teh jeruk lemon. 

Selain Tong Tji, Indonesia juga memperkenalkan PT Suwe Ora Jamu Amertha yang memproduksi minuman herbal Indonesia. Perusahaan tersebut mempromosikan bahan-bahan alami dan menawarkan berbagai varian minuman tradisional jamu dalam bentuk teh celup herbal dan kemasan siap minum. 

Pemerintah Sulawesi Utara turut hadir dengan memfasilitasi PT Awilton Nyiur Internasional. Perusahaan ini merupakan perusahaan makanan ringan yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara. Produk utama perusahaan tersebut berupa gula khas Sulawesi Utara yang terbuat dari bahan alami nira kelapa seperti gula kelapa, nektar kelapa, dan madu kelapa. Produk tersebut telah siap untuk dipasarkan di pasar AS karena telah memiliki sertifikat United States Department of Agriculture (USDA) Organic. 

UKM Binaan Bank Indonesia

Pada pameran ini, ITPC Los Angeles berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam mempromosikan produk UKM Indonesia yaitu Narata, Rumah Mocaf Indonesia, dan Tyu. Narata merupakan UKM binaan Bank Indonesia yang membawa produk keripik buah-buahan seperti pisang, nangka, dan salak. 

Sedangkan Rumah Mocaf Indonesia adalah UKM yang menjual produk-produk dari singkong. Mocaf sendiri merupakan kependekan dari Modified Cassava Flour yang mengolah tepung singkong dengan fermentasi mikroba atau enzimatis. Rumah Mocaf Indonesia membawa produk tepung tapioka serta kue kering rasa cokelat dan buah-buahan. 

Sementara Tyu menampilkan keripik buah mangga, nanas, dan buah naga dengan kemasan menarik sesuai dengan selera konsumen AS. Tyu mendapatkan potensi transaksi terbesar pada pameran ini dengan nilai melebihi Rp140 miliar rupiah. 

Menurut Bayu, pasar AS sangat responsif untuk produk makanan ringan yang menyehatkan. Dengan berpartisipasi di WFFS secara konsisten, diharapkan Indonesia dapat membangun kepercayaan dan reputasi di mata buyer AS, sebagai pemasok yang menawarkan produk-produk yang unik, inovatif, dan berpotensi tinggi. 

“Respons pembeli AS yang sangat besar terhadap produk mamin Indonesia. Ini menunjukan Indonesia memiliki daya saing serta pasar karena kualitas serta selera yang sesuai pasar AS. Kami meyakini buyer AS tengah mencari pemasok baru yang bisa menyuplai dalam dengan jumlah yang besar, khususnya untuk produk mamin yang menyehatkan,” papar Bayu./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Perang Iran Israel
GLOBALKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...

Bendera Libanon (dok:Unsplash/charbel-karam)
GLOBALKawasan Global

Gencatan Senjata Israel-Libanon Ditanggapi Pesimis

JAKARTA, Bisnistoday – Pasukan Israel sepakat melakukan gencatan senjata dengan Hizbullah, milisi...

Presiden AS Donald J Trump.
GLOBALKawasan Global

Parlemen AS Kembali Gagal Hentikan Ambisi Donald Trump

JAKARTA, Bisnistoday – Kongres (Parlemen) Amerika Serikat kembali gagal mengeluarkan resolusi untuk...

Presiden AS
GLOBALKawasan Global

AS dan Iran Dikabarkan bakal Kembali ke Meja Perundingan

JAKARTA, Bisnistoday – Upaya untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah belum sepenuhnya...