www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home EKONOMI May Day Momentum  Merajut Kebersamaan
EKONOMIEkonomi RakyatHEADLINE NEWS

May Day Momentum  Merajut Kebersamaan

PRESIDEN JOKO WIDODO Saat Sambutan Hari Buruh, di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Memperingati Hari Buruh Internasional 2023,  Presiden Joko Widodo menyatakan, May Day kali ini menjadi momentum untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan buruh/pekerja, melindungi hak buruh/pekerja, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.

Selain itu, lanjut Joko Widodo, peningkatan kualitas SDM terutama melalui pengembangan pendidikan vokasional, salah satunya melalui program prakerja dan pelatihan di Balai Latihan Kerja(BLK) yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan industri.

“Untuk itu, pemerintah berusaha mengundang investasi dalam dan luar negeri untuk menambah kesempatan kerja, mengurangi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan buruh dan tenaga kerja,” kata Presiden Jokowi secara virtual.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK),  Muhadjir Effendy bersama  Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2023, (May Day), dengan tema Merajut Kebersamaan di Hari yang Fitri,” bertempat di PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI), Jakarta,  Senin (1/5).

Program Hilirisasi

Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan, dalam mengakselerasi investasi ditengah ketidakpastian ekonomi dunia dan untuk menampung masyarakat yang menganggur, angkatan kerja baru yang bertumbuh setiap tahunnya serta korban PHK, pemerintah akan melakukan hilirisasi sumber daya alam baik sektor pertambangan, kehutanan dan kelautan.

“Hilirisasi dalam industrialisasi menjadi kunci utama sehingga kedepan nilai komoditas secara perlahan-lahan akan meningkat yang secara otomatis berdampak kepada nilai tambah kinerja perekonomian,” ucapnya.

Muhadjir juga menekankan, para pelaku usaha baik pekerja, pengusaha dan pemerintah, harus mempunyai pemikiran pandangan jangka panjang bagi keberlanjutan usaha yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.

Sedangkan Menaker Ida Fauziyah saat memberikan laporan pembuka menambahkan, tantangan dunia ketenagakerjaan di era industri 4.0 semakin berat. telah membuka peluang terciptanya profesi baru, sementara banyak profesi lama yang mulai tergerus.

Untuk menjawab tantangan tersebut tutur Menaker, dibutuhkan kekompakan serta soliditas antara organisasi pekerja, organisasi pengusaha dan pemerintah.”Saya menyakini lewat kekompakan dan soliditas ini tantangan-tantangan di bidang ketenagakerjaan bisa kita lalui bersama,” kata Menaker Ida.

Sedangkan Komisaris PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Rachmad Gobel menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan banyak dukungan kepada industri nasional Indonesia. “Sehingga industri nasional dapat berkembang dan ikut menjadi bagian dalam mengisi pembangunan nasional kita,” kata Rachmad Gobel./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Molinas
HEADLINE NEWS

Kemandirian Industri dan Teknologi, Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai...

WINGS Food
EKONOMI

WINGS Nutrition Perluas Akses Nutrisi Berkualitas bagi Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday - WINGS Nutrition sebagai lini bisnis nutrisi WINGS Group menyiapkan...

John Rainbird - Partner Bird&Bird Singapore (dok:Ist)
EKONOMI

Strategi Mengelola Risiko Hukum Lintas Negara dan Transaksi Strategis BUMN

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam menjalankan aktivitas komersial di tingkat internasional, Badan Usaha...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...