www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Melawan Bullying: Universitas Bhayangkara dan SDN Sriamur 05 Bersatu untuk Edukasi Siswa
Humaniora

Melawan Bullying: Universitas Bhayangkara dan SDN Sriamur 05 Bersatu untuk Edukasi Siswa

Social Media

BEKASI, Bisnistoday – Bullying atau perundungan merujuk pada tindakan mengganggu, mengusik, atau menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Tindakan ini bisa berupa kekerasan verbal, sosial, atau fisik yang dilakukan secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu tertentu. Bullying mencakup perilaku yang berulang dan bermaksud merugikan atau mengendalikan korban.

“Bullying bukanlah insiden satu kali, melainkan terjadi berulang kali. Biasanya, ada ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban, baik itu kekuatan fisik, sosial, atau psikologis,” jelas Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Fransiska Novita Eleanora di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/05). Ia menambahkan, tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menyakiti atau merugikan korban.

Fransiska menyampaikan penyuluhan tersebut di hadapan guru dan 92 siswa/i Kelas VI SDN Sriamur 05, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ini dalam rangka KKN Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dengan mengusung tema: “Implementasi Upaya Preventif Dalam Mencegah Terjadinya Kenakalan Remaja di Desa Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Lebih lanjut Fransiska Novita menjelaskan bahwa bullying juga memiliki dampak yang signifikan pada korban, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak psikologis termasuk depresi, kecemasan, rendahnya harga diri, dan gangguan tidur. Selain itu, Fransiska Novita menyebutkan pula ada dampak akademis mencakup penurunan prestasi akademis, ketidakhadiran di sekolah, dan rasa enggan untuk belajar. “Sedangkan pada dampak sosial meliputi isolasi sosial, kesulitan dalam membentuk hubungan interpersonal yang sehat, dan hilangnya rasa percaya pada orang lain,” jelas Fransiska.

Fransiska menambahkan, bullying merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. “Dengan memahami bentuk-bentuk, dampak, dan cara pencegahan bullying, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi semua individu. Upaya kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi permasalahan ini secara efektif,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Fransiska, pencegahan dan penanganan bullying memerlukan pendekatan yang komprehensif. Edukasi perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran tentang bullying dan dampaknya melalui pendidikan di sekolah dan kampanye publik. “Kebijakan anti-bullying yang jelas dan tegas harus diterapkan di lingkungan sekolah. Layanan konseling dan dukungan psikologis perlu disediakan bagi korban bullying,” tegas Fransiska Novita Eleanora.

Fransiska mengingatkan, pencegahan bullying merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pendekatan menyeluruh dan terpadu, melibatkan anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Salah satu langkah utama dalam pencegahan bullying adalah berbicara secara terbuka dengan anak tentang perilaku yang dianggap baik dan buruk di berbagai lingkungan, termasuk di sekolah, lingkungan sekitar, dan media sosial,” imbuhnya seraya memenambahkan bahwa penting bagi para orang tua untuk mengedukasi anak mengenai perbedaan antara perilaku yang baik dan buruk.

“Orang tua harus menjelaskan mengapa menghina atau mengejek teman adalah tindakan yang salah. Dan bagaimana menjadi ramah dan mendukung sesama adalah tindakan yang benar. Dari itu membahas dampak negatif dari bullying, baik bagi korban maupun pelaku, juga membantu anak memahami pentingnya bersikap baik,” jelas Fransiska.

Baca juga: Pendidikan dan Pembinaan Kunci Turunkan Tingkat Kenakalan Remaja

Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, tambah Fransiska, adalah kunci dalam pencegahan bullying. “Anak harus merasa nyaman untuk berbagi apa pun yang terjadi dalam hidup mereka tanpa rasa takut akan penilaian atau hukuman. Orang tua harus menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kepercayaan, sehingga anak tidak ragu untuk melaporkan jika mereka mengalami atau menyaksikan tindakan bullying,” tegas Fransiska.

Berikan Apresiasi

Dalam kesempatan ini Kepala sekolah SDN Sriamur 05, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Yayat Ruhiyat yang diwakili oleh Ucu Samsudin yang juga Wali Kelas VI, menyampaikan ucapan terimakasih atas acara KKN Unversitas Bhayangkara ini, serta memberikan apresiasi bahwa kegiatan memberikan langkah preventif yang menyeluruh sehingga melibatkan tidak hanya anak dan keluarga, tetapi juga sekolah dan masyarakat.

“Di sinilah sekolah berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Penyeluhan ini juga memperjelas terhadap implementasi kebijakan anti-bullying, serta memnatapkan program-program pendidikan bagi siswa tentang bullying. Kami berterimakasih, karena KNN Universitas Bhayangkara juga menumbuhkan empati sebagai cara efektif untuk mencegah bullying di sekolah,” imbuh Ucu Samsudin./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KRL Commuterline
Humaniora

KAI dan BRIN Kerja Sama Riset Proteksi Perjalanan Kereta Api

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman dengan...

PLN Icon Plus
Humaniora

PLN Icon Plus Bagikan Materi Coding yang Setara bagi Anak Autisme

JAKARTA, Bisnistoday – PLN Icon Plus melanjutkan Kelas Coding Inklusif Spectrum Spark...

Mendikdasmen
Humaniora

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

KAB SIDOARJO, Bisnistoday - Menghadapi maraknya fenomena perundungan siber (cyberbullying) di era...

Gedung Kejagung
Humaniora

Febrie Adriansyah Mantan Jampidsus Ditahan di Rutan KPK

JAKARTA, Bisnistoday- Tersangka Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus...