JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Budi Santoso atau Mendag Busan menargetkan nilai transaksi sebesar USD 17,5 miliar pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026. Pameran dagang internasional terbesar di Tanah Air itu akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Target tersebut diungkapkan Mendag Busan saat peluncuran resmi TEI ke-41 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/2). Ia optimistis capaian tersebut dapat terlampaui, berkaca dari realisasi tahun sebelumnya yang melampaui target.
“Target TEI tahun lalu sebesar USD 16,5 miliar dan terealisasi hingga USD 22,83 miliar. Tahun ini kami tingkatkan menjadi USD 17,5 miliar. Dengan persiapan yang lebih komprehensif, kami optimistis target ini bisa terlampaui,” ujar Budi Santoso.
Untuk memastikan efektivitas penyelenggaraan, Kementerian Perdagangan menerapkan strategi tiga tahap terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada pameran fisik. Tahapan tersebut mencakup business matching prapameran, transaksi selama pameran, serta monitoring dan pengawalan kontrak dagang pascapameran.
Menurut Mendag, perwakilan perdagangan RI di luar negeri telah mulai memfasilitasi penjajakan bisnis jauh sebelum pameran berlangsung. Dengan demikian, buyer yang hadir ke TEI 2026 tinggal melakukan finalisasi dan transaksi.“Tidak menutup kemungkinan transaksi sudah terjadi sebelum pameran dimulai,” tegasnya.
Indonesia Ingin Jadi Hub Global Sourcing
TEI 2026 mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan kesiapan Indonesia menjadi pemasok utama produk manufaktur, agrikultur, hingga teknologi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“TEI bukan sekadar pameran, tetapi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.
Tahun ini, TEI akan menampilkan lima sektor unggulan, yakni makanan dan produk pertanian, produk manufaktur, kawasan industri, fesyen dan kriya, serta furnitur dan dekorasi rumah. Sebanyak 10 aula di ICE BSD telah disiapkan dengan zonasi sektoral guna memaksimalkan efektivitas business matching.
Secara khusus, TEI 2026 menghadirkan aula kopi, teh, dan kakao dengan berbagai aktivasi seperti Cup of Excellence dan Kompetisi Kopi Seluruh Indonesia (KKSI). Selain itu, dua aula disiapkan khusus untuk furnitur dan dekorasi rumah yang selama ini menjadi magnet buyer global.
Insentif 250 Kamar Hotel untuk Buyer
Dari sisi penyelenggaraan, Direktur PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan program buyer hospitality berupa fasilitas 250 kamar hotel gratis bagi buyer internasional terkurasi.
“Langkah ini menjadi insentif konkret untuk menarik buyer potensial baru sekaligus memaksimalkan peluang transaksi selama pameran,” ujarnya.
Promosi internasional juga diperluas melalui kolaborasi dengan sejumlah pameran global seperti Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) di Malaysia dan Global Sourcing Expo di Australia. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jejaring buyer dan meningkatkan kualitas pertemuan bisnis.
Peluang Pasar UMKM
Perwakilan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Dendi Wibowo, menyatakan ketertarikannya kembali berpartisipasi. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Aprindo menghadirkan lima UMKM binaan dengan produk terkurasi.
Menurutnya, TEI menjadi ajang strategis untuk mempertemukan UMKM dengan buyer potensial, baik domestik maupun internasional. “Kami berharap TEI 2026 semakin kuat sebagai platform promosi agar UMKM siap ekspor bisa go global dan naik kelas,” katanya.
Dengan berbagai strategi terintegrasi, penguatan sektor unggulan, serta insentif bagi buyer global, TEI ke-41 diharapkan tidak hanya melampaui target transaksi, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat sourcing global yang kompetitif dan berkelanjutan./




