www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 25 April 2026
Home EDITOR'S VIEW Menjemput Indonesia Emas 2045
EDITOR'S VIEW

Menjemput Indonesia Emas 2045

INDONESIA. EMAS
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Memasuki tahun baru 2024, atau nanti pada 17 Agustus 2024, Indonesia sudah berulang tahun ke 79 merupakan nuansa baru dan semangat baru. Umur 79 tahun ini, selayaknya kalau manusia sudah berada di usia lanjut. Sedangkan bagi bangsa merupakan masa yang cukup krusial untuk menuju menjadi bangsa yang maju sesuai cita-cita pendiri bangsa.

Pemerintah sekarang, menyatakan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan era transforasi, bergerak dari generasi sebelumnya yakni era reformasi. Sebagai era transformasi ini, menetapkan arah jangka panjang nasional mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju dengan pendapatan tinggi (high income country).

Tidak sedikit dari riset dunia yang mengakui adanya potensi Indonesia akan menjadi mercusuar dunia. Bahkan, banyak yang memperkirakan Indonesia akan menjadi negara besar atau negeri yang “selalu dipuja-puja bangsa.” Persis dalam lagu, Indonesia Pusaka Ciptaan Ismail Marzuki, yang sudah memimpikan Indonesia yang damai sejahtera dipuja seluruh bangsa.

Wajar saja, karena pada tahun 2045 nanti, 100 tahun setelah kemerdekaannya, Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar ke-4 dunia (berdasarkan PDB PPP) dan ekonomi terbesar ke-8 (berdasarkan PDB riil).

Begitupun, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kenaikan sebesar 2,5 kali lipat dari PDB riil saat ini, yaitu 1,1 triliun dollar AS di 2022 (ekonomi terbesar ke-17) menjadi 2,8 triliun dollar AS dalam 22 tahun ke depan. Indonesia akan menjadi ekonomi berpenghasilan tinggi (high-income economy) dan keluar dari posisi ekonomi berpenghasilan menengah (middle-income trap) di 2038.

Sesuai dengan proyeksi RPJPN 2025-2045 dari Bappenas bahwa, pada tahun 2038, diperkirakan PDB per kapita diatas 14.600 dollar AS, high income atau tepatnya mencapai 15.700 dollar AS di tahun 2038. Bahkan tahun 2045 nanti diproyeksikan pendapat rata-rata per kapita sebesar 23.603 dollar AS.

Perhatian Sektor UMKM

Sementara, untuk mencapai pendapatan tinggi, maka pertumbuhan ekonomi harus digenjot atau setidaknya stabil naik, serta stabilitas makro yang terjaga. Sedangkan, sektor yang menggerakan ekonomi Indonesia sekarang ini masih menggantungkan sektor UMKM yang memberikan kontribusi sebesar 60% dari PDB nasional. Bahkan sektor UMKM ini menggerakan sekitar 99 persen ekonomi nasional dan mempekerjakan sekitar 97 persen tenaga kerja.

Sedangkan, untuk sektor manufaktur strategis berkontribusi terhadap PDB sekitar 19 persen, sektor jasa keuangan hanya 4 persen serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyumbang kontribusi terhadap PDB sekitar 10 persen. “Sungguh sangat penting, sebagai bangsa kedepan untuk menjadi negara maju untuk memperhatikan sektor UMKM.”

Guna mendorong sektor UMKM, juga tidak semudah membalik telapak tangan. Begitu besarnya cakupan usaha serta tenaga kerja dengan berbagai level upahnya. Selayaknya, negara tidak melulu mengurus sektor industri atau jasa keuangan serta perusahaan yang kelas menengah atas. Selayaknya perhatian negara fokus juga memberdayakan ekonomi yang lemah agar menjadi lebih maju dan menjadi kelas atas.

Indonesia bukan hanya memiliki budaya kewirausahaan yang membanggakan dan berkembang pesat, dimana UMKM menjadi tulang punggung perekonomian, tetapi Indonesia harus bercita-cita agar lebih banyak UMKM tumbuh menjadi perusahaan kelas menengah yang berdaya saing global. Usaha Mikro harus mampu didorong menjadi usaha Kecil dan seterusnya menjadi usaha menengah serta menjadi usaha besar berdaya saing global.

Usaha kelas menengah dan atas, seharusnya mampu memberikan peran lebih terhadap kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding usaha menengah bawah dan mikro.

Dengan bertumbuhnya usaha kelas besar, dari usaha mikro kecil menjadikan perekonomian lebih kokoh. Sedangkan usaha mikro didorong terus dengan salah satunya menggenjot usaha sektor wiraswasta dengan memberikan keterampilan yang memadai untuk usaha bagi kaum milenial.”Jangan hanya milenial melulu tertuju bekerja di sektor formil, atau pemerintahan, tetapi didorong berwirausaha dan membuka peluang kerja.”

Di sebagian besar negara, UMKM menyumbang lebih dari seperempat PDB dan secara rata-rata, UMKM menyumbang lebih dari setengah sekitar 68% dari total lapangan kerja selain itu usaha menengah dan besar mengambil peran pertumbuhan. “Ekonomi UMKM merupakan pilar sosial yang penting, dengan kontribusi UMKM terhadap lapangan kerja yang lebih besar daripada kontribusi PDB di sebagian besar negara berkembang.”

Hanya saja, sebagian besar usaha kecil masih mengikuti metode bisnis tradisional dan UMKM Indonesia memimpin atau mayoritas berkontribusi terhadap PDB dan lapangan kerja.”Semoga pemerintah mampu memberikan kesempatan dan mendorong usaha mikro bertumbuh menjadi usaha besar dan berperan penting dengan memberikan kontribusi lebih tinggi terhadap PDB nasional.”//

Jakarta, Januari 2024

Redaksi Bisnistoday

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Bendungan Budong
EDITOR'S VIEW

Mundurnya Dirjen PU Berpolemik, Pakar Tekankan Transparansi dan Integritas Audit

JAKARTA, Bisnistoday – Pejabat Kementerian PU akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat yakni...

Proyek Bendungan
EDITOR'S VIEW

Misteri Mundurnya Dua Dirjen PU: Audit BPK, Timeline Jabatan, dan Pertanyaan tentang Pengambilan Keputusan

PENGUNDURAN diri dua pejabat eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum menimbulkan gelombang...

Iran Israel
EDITOR'S VIEW

Media Massa dan Tanggung Jawab Perdamaian: Jangan Menjadi Genderang Perang

KETEGANGAN antara Iran dan Israel pasca penyerangan AS/Israel ke Teheran, pada 28 Februari 2026, menjadi sorotan...

naga
EDITOR'S VIEW

Menapak Bumi, Menyembur Api: Filosofi Naga dalam Strategi Bisnis Modern

DITENGAH  hiruk-pikuk dunia usaha yang bergerak cepat, para pemimpin sering mencari simbol...