JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah pandemi Covid-19, para pelaku UMKM tidak boleh kehilangan kreativitas. Apalagi, pemerintah serius untuk mengupayakan kegiatan ekonomi berjalan di tengah pandemi dengan menjalankan secara ketat penerapan protokol kesehatan.
UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi. Pelaku usaha yang cepat beradaptasi dalam mengikuti perubahan dan membaca permintaan pasar, serta beralih dari konvensional menjadi digital, terbukti mampu bertahan di tengah masa pandemi ini.
Pada tahun 2020 terdapat kenaikan nilai transaksi e-commerce sebesar 29,6% yaitu dari Rp205,5 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp266,3 triliun di tahun 2020. “Meskipun demikian, baru 18% UMKM onboarding dalam platform digital dari total populasi UMKM yang sebanyak 64,2 juta,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki membuka pameran virtual InaFashion Smesco Online Expo 2021 yang berlangsung pada 21-30 April 2021 di Jakarta, Rabu (21/4).
Teten mengatakan, pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Smesco Indonesia dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
“Ini adalah bentuk dukungan kepada UMKM, khususnya di bidang fesyen dan pendukungnya, untuk bangkit kembali menjalankan usahanya sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian nasional,” kata Teten.
Memperluas Jaringan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah berharap dengan pameran ini pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin selama pandemi untuk meningkatkan penjualannya secara digital dan memperluas jaringan bisnisnya hingga ke mancanegara.
“Pameran online inaFashion Smesco Online Expo 2021 merupakan salah satu terobosan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional, Bangga Buatan Indonesia, Hari Konsumen Nasional, dan untuk memperingati Hari Kartini,” kata Budihardjo.
Pameran ini juga merupakan solusi di mana menjelang lebaran terdapat larangan mudik. Di pameran ini, UKM di seluruh Indonesia tidak perlu datang ke Jakarta, tapi cukup datang ke pameran ini untuk membeli bahan-bahan baku yang diperlukan. “Sehingga, tetap dapat melakukan produksi dan barang hasil produksinya dapat dijual ke anggota Hippindo,” tambah Budihardjo./






































