JAKARTA, Bisnistoday – Spanyol mengubur mimpi Prancis untuk meraih trofi ketiga mereka di ajang Piala Dunia, setelah menaklukkan Les Bleus 2-0 di semifinal, dini hari tadi. Dengan hasil itu, Spanyol akan menantang pemenang antara Inggris vs Argentina yang baru akan bertanding nanti malam.
Prancis yang diasuh Didier Deschamps menjadi favorit kuat untuk meraih trofi, tampil menakjubkan sejak fase penyisihan, mereka kesulitan menghadapi Spanyol yang merupakan juara Eropa. Mikel Oyarzabal membuka skor untuk Tim Matador dari titik penalti.
Pertandingan yang dihelat di Stadion Dallas memanas di pertengahan babak pertama ketika wasit asal El Salvador, Ivan Barton, menunjuk titik penalti setelah pelanggaran keras yang dilakukan bek kiri Prancis, Lucas Digne, terhadap pemain sayap Spanyol, Lamine Yamal.
Oyarzabal menendang bola melewati kiper Prancis Mike Maignan untuk gol kelimanya di Piala Dunia, membuat Prancis tertinggal untuk pertama kalinya di turnamen ini.
Saliba cedera
Beberapa menit kemudian, Prancis kembali terpukul ketika bek tengah William Saliba harus meninggalkan lapangan setelah cedera punggung bawahnya kambuh, dan digantikan oleh bek Crystal Palace, Maxence Lacroix.
Spanyol hampir saja memperbesar keunggulan mereka setelah beberapa permainan satu dua sentuhan yang memukau, tetapi tekel Dayot Upamecano menggagalkan peluang Fabian Ruiz.
Baca juga: Mengemas Hasrat sebuah Tontonan
Prancis, yang merupakan juara dunia 1998 dan 2018, mengakhiri babak pertama tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya dua percobaan secara keseluruhan.
Di babak kedua, Deschamps memasukkan Desire Doue menggantikan Bradley Barcola pada menit ke-57 dalam upaya untuk meningkatkan serangan, tetapi semenit kemudian, mereka malah kembali tertinggal 2-0 akibat gol yang dilesakkan Pedro Porro.
“Ini semua berkat tim; saya tidak bisa menerima pujian. Saya hanya mengucapkan selamat kepada semua pemain, karena mereka bermain dengan sangat baik,” kata Porro seusai pertandingan kepada televisi Spanyol.
“Kami tahu untuk ke final, kami perlu menguasai bola. Itulah kuncinya dan kami berhasil melakukannya. Jadi kami sangat senang.”//








































