www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 Februari 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Pakar Anjurkan Penanggulangan Terorisme Melalui Perpaduan Soft dan Hard Approach
Politik & Keamanan

Pakar Anjurkan Penanggulangan Terorisme Melalui Perpaduan Soft dan Hard Approach

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday — Upaya penanggulangan terorisme di Indonesia memasuki babak baru serta dinilai paling efektif sepanjang sejarah. Hal tersebut ditegaskan oleh pakar terorisme Solahudin
dalam acara peluncuran buku karya Leebarty Taskarina berjudul Keluar dari Jerat Kekerasan di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, baru-baru ini.

“Saya merasa bahwa ini adalah era terbaik dalam penanggulangan terorisme Indonesia. Kenapa saya bilang ini era terbaik? Karena program soft approach menurut saya sangat berhasil,” kata Solahudin.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada di era terbaik dalam penanganan terorisme, berkat strategi kolaboratif antara soft approach dan hard approach yang dijalankan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Keberhasilan pendekatan lunak tersebut tampak nyata dari bubarnya organisasi teror Jemaah Islamiah (JI), yang selama ini dikenal sebagai kelompok paling berbahaya di kawasan.

Solahudin menyatakan bahwa pembubaran JI bukan terjadi secara alami dari internal kelompok, melainkan merupakan hasil dari strategi deradikalisasi yang dijalankan oleh aparat.

“Jemaah Islamiah sebagai organisasi terorisme paling mematikan membubarkan diri. Membubarkan diri memang bisa sendiri? Tidak. Membubarkan diri itu hasil dari intervensi deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus 88,” urainya.

Semeentara, strategi hard approach tetap dijalankan secara ketat oleh Densus 88, terutama dalam hal penindakan dan penegakan hukum terhadap jaringan teror yang masih aktif.

Namun, keberlanjutan keamanan nasional dinilai sangat ditopang oleh upaya soft approach seperti pendampingan mantan narapidana terorisme (napiter), rehabilitasi psikososial, hingga reintegrasi ke masyarakat. Ini seperti yang dilakukan oleh BNPT dan Densus 88 AT Polri beserta Kementerian Lembaga Terkait.

Solahudin memaparkan data bahwa dari sekitar 2.000 eks napiter yang telah menyelesaikan masa hukumannya, sekitar 69 persen kini dikategorikan “hijau”, yakni mereka yang sudah meninggalkan ideologi radikal dan bersikap kooperatif terhadap program pembinaan.

“Jadi kalau misalkan Anda katakan, ada harapan? Harapan sangat besar,” paparnya.

Selain menyasar para napiter, soft approach juga menyentuh kelompok-kelompok yang rentan terpapar paham ekstrem, khususnya perempuan. BNPT secara aktif melibatkan perempuan dalam program pencegahan, mengingat meningkatnya peran perempuan dalam jaringan teror, baik sebagai simpatisan, pelaku, hingga fasilitator ideologi radikal dalam lingkup keluarga.

Melalui edukasi, pelatihan keterampilan, dan pendekatan berbasis komunitas, BNPT memberikan ruang bagi perempuan untuk menjadi agen perdamaian di lingkungannya. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga bertujuan untuk memutus rantai regenerasi ideologi kekerasan sejak dari lingkungan rumah.

Langkah ini sejalan dengan riset yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membentengi keluarga dari pengaruh radikalisme, sekaligus menjadi target utama dalam propaganda kelompok ekstrem.

Oleh karena itu, perlindungan terhadap kelompok ini menjadi pilar penting dalam strategi pencegahan jangka panjang. Kolaborasi BNPT dan Densus 88 kini menjadi contoh konkret bagaimana strategi keamanan modern dijalankan dengan keseimbangan antara ketegasan dan empati.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Politik & Keamanan

Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Soekarnoputri Lakukan Kunjungan Kerja Ke UAE

ABU DHABI, Bisnistoday-- Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI...

Mahfuz Sidik
Politik & Keamanan

Sekjen Partai Gelora : Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Air

JAKARTA, Bisnistoday -  Ketegangan geopolitik global dinilai semakin mendekati titik kritis. Sekretaris...

Anis Matta
Politik & Keamanan

Anis Matta Ingatkan 2026 Akan Jadi Tahun yang Berat Bagi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday -Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri...

Politik & Keamanan

Keamanan Siber, Menko Polkam: Prasyarat Mutlak Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional

DEPOK, Bisnistoday - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal...