www.bisnistoday.co.id
Minggu , 23 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Nantikan Revisi PP DHR, Kurs Rupiah Ditutup Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Pasar Nantikan Revisi PP DHR, Kurs Rupiah Ditutup Melemah

rupiah melemah
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (25/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (03/3) ditutup melemah 30 poin ke posisi Rp15.311 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp15.281 per dolar AS. Pelaku pasar menanti revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dikabarkan akan mengesahkan PP mengenai DHE yang wajib ditahan di dalam negeri selama tiga bulan.

Analis ICDX, Revandra Aritama seperti dikutif Antara mengataan  revisi aturan DHE dilakukan untuk memastikan devisa tetap berada di dalam negeri dan menekan isu kelangkaan dolar AS.

Menurut Revandra, jika revisi tersebut berjalan lancar dan peraturan baru segera diterbitkan, maka rupiah berpeluang dapat menghadapi tekanan dari dolar AS.

Pemerintah terus mempercepat finalisasi aturan baru DHE yang akan terbit sebentar lagi, dengan diikuti oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan penyempurnaan aturan devisa hasil ekspor (DHE) diperlukan untuk ketahanan sistem ekonomi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.

Melalui aturan baru DHE, kata dia, devisa akan lebih lama bertahan di Indonesia. Dalam ketentuan baru tersebut seluruh DHE akan masuk ke dalam sistem keuangan Indonesia dengan batas penyimpanan sebesar 250.000 dolar AS.

Sementara itu Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan instrumen operasi moneter Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE) yang berlaku efektif pada 1 Maret 2023.

Instrumen TD Valas DHE memfasilitasi penempatan DHE oleh eksportir di Bank Indonesia melalui bank yang ditunjuk (appointed bank) sesuai dengan mekanisme pasar. Instrumen tersebut bertujuan untuk mendorong serapan DHE guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian domestik.

Per 1 Maret 2023, untuk tahap awal, terdapat 20 bank yang ditunjuk yang dapat menempatkan dana nasabah eksportir DHE melalui TD Valas DHE di Bank Indonesia.

Di sisi lain, Revandra menuturkan rupiah tertekan imbas dari menanjaknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kembali ke posisi empat persen, setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi ini pada Oktober 2022.

“Tingginya return dari obligasi ini berpotensi memicu capital outflow (dana asing keluar), sehingga isu kelangkaan dollar bisa kembali terjadi,” ujarnya.

Rupiah pada Jumat pagi melemah ke posisi Rp15.300 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.287 per dolar AS hingga Rp15.326 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI pada Jumat merosot ke posisi Rp15.306 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.273 per dolar AS./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...