www.bisnistoday.co.id
Rabu , 16 September 2026
Home LIFESTYLE Komunitas Pasar Rawa Bening Ramai Diserbu Turis Pemburu Batu Akik
Komunitas

Pasar Rawa Bening Ramai Diserbu Turis Pemburu Batu Akik

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-Pasar Rawa Bening sebagai salah satu destinasi pariwisata di DKI Jakarta, kembali diserbu para turis yang gemar memburu asesoris khususnya yang terbuat dari batu akik. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pasar Rawa Bening, Pasar Jaya (Perseroda), Subhan di Jakarta, baru-baru ini.

“Banyak yang datang dan tidak ada musiman waktunya, hampir setiap minggu ada yang datang ke pasar Rawa Bening. Dari Korea, Jepang, Belgia, Timur Tengah dan lainnya,” kata Subhan.

Menurutnya, para bule teraebut wajar memburu batu akik di Rawa Bening, karena terhitung harganya relatif murah. “Biasanya mereka, beli untuk dijual kembali di negaranya. Bisa dapat untung tiga kali lipat.”

Subhan mengatakan, para turis yang hadir berombongan atau datang sendiri ditemani warga sekitar Jakarta. Pada umumnya para turis ini mengetahui produk batu akik dari media sosial seperti Tiktok, Yutube atau medsos lainna seperti puspacakra TV. “Biasanya calon pembeli sudah mengetahui batu akik yang akan di belinya melalui medsos.”

Setelah datang di Pasar Rawa Bening, lanjut Subhan, calon pembeli ini meminta bantuan satpam atau sesama pembeli lainnya untuk menanyakan Toko yang menjual batu akik yang diincarnya.
“Turis itu biasanya hanya memperlihatkan tokonya, lalu tanya tokonya berada dimana,” tutur Subhan.

Subhan mengutarakan, para turis pembeli batu akik tidak perlu ragu dengan kualitas batu akik yang dibelinya palsu. Karena, lanjut Subhan, di pasar Rawa Bening sudah dilengkapi dengan laboratorium batu akik. “Jangan khawatir batunya palsu, karena calon pembeli bisa membawa batu akik untuk di cek ke lab.”

Seperti biasanya biaya untuk cek lap batu akik yang biasa atau memo saja, sekitar Rp 50 ribu – Rp75 ribu. Apabila cek lab-nya lebih detail atau lengkap serta bersertipikat bisa sekitar Rp350 ribu. “Saat di lab, terlihat batu asli atau tidak, dan struktur batunya, kadar dan jenisnya terlihat jelas, sehingga tidak perlu ragu.”

Menurut Subhan, sekarang ini pasar Rawa Bening menyediakan sebanyak 8 laboratorium. Pasar Rawa Bening dihuni sebanyak 1.349 lapak atau kios dengan jumlah pedagang sekitar 900-an pedagang.
“Untuk Kiosnya berada di lantai satu dan dua, sedangkan lantai tiga disediakan tempat kuliner, ngopi dan toko obat-obatan lainnya.”

Untuk mendorong minat konsumen batu akik, Pasar Rawa Bening meggelar kontes batu akik setiap dua atau tiga bulan sekali.  Tahun ini, sempat digelar pada Juni, Oktober serta November.

“Peserta cukup beragam, dari Banten, Surabaya, bahkan dari Papua juga ada. Tahum depan kemungkinan pameran digelar habis lebaran.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Komunitas

SyukuRun 2026 Meriahkan Dies Natalis ke-25 Widyatama, Perkuat Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

BANDUNG, Bisnistoday – Universitas Widyatama memeriahkan Dies Natalis ke-25 melalui kegiatan fun...

Komunitas

Perkuat Ketahanan Keluarga, 35 Kader PKK Desa Cisondari Dibekali Pencegahan TB-Stunting

BANDUNG, Bisnistoday - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat upaya pencegahan tuberkulosis (TB)...

Komunitas

Gempolin Bikin Warga Gempol Sari Antusias Kelola Sampah

BANDUNG, Bisnistoday - Program Gempolin (Gerakan Mengolah Data, Pilah, Olah, Manfaatkan Sampah Terintegrasi...

Warga Ciganjur
Komunitas

Prakarsa Warga Rayakan Kemerdekaan Lewat Seni dan Kebudayaan di Balai Warga Ciganjur

JAKARTA, Bisnistoday  - Prakarsa Warga menggelar Semarak Merdeka 2026 di Balai Warga...