JAKARTA, Bisnistoday – Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR telah menuntaskan pembangunan sarana terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiglal dan Gereja Katedral sepanjang 32 meter. Sarana yang menghubungkan kedua tempat ibadah ini muncul dari harapan Presiden Joko Widodo saat berkunjung di Masjid Istiglal pada Februari tahun 2020 lalu.
“Pada 7 Februari 2020 lalu, Bapak Presiden Joko Widodo berkunjung milihat progress renovasi Masjid Istiglal. Beliau melihat ada yang bisa dihubungkan antara dua tempat peribadatan Masjid Istiglal dan Gereja Katedral. Idenya adalah membuat terowongan silaturahmi dan terwujud sekarang,” ungkap Diana Kusumastuti, Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR kepada media Senin (25/10).
Diana Kusumastuti mengatakan, terowongan silaturahmi ini memiliki panjang 32 meter dengan lebar 5 meter serta tinggi 8 meter. Area ini dilengkapi dengan lantai basement memiliki kapasitas parkir sebanyak 500 unit kendaraan.
“Dengan terhubungnya dua tempat beribadah ini, nantinya saat hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha dapat difungsikan tempat parkirnya, dan juga saat hari Minggu, Natal, atau Paskah. Dengan begitu bisa digunakan bersama untuk area ibadah Masjid Istiglal dan Katedral,” tuturnya.
Menurut Diana Kusumastuti, pekerjaan konstruksi cukup menantang dalam pembangunan terowongan penghubung dua tempat ibadah tersebut. Konstruksi harus mempertimbangkan kondisi bangunan Gereja Katedral yang sudah berusia 120 tahun. Karena itu, harus memilih struktur dan material konstruksi yang tepat.
“Penuh tantangan, dari sisi desain serta pertimbangan Konstruksi Gereja Katedral yang berusia 120 tahun serta fondasi dangkal, diatas tanah lunak. Dengan pertimbangan ini, tentu harus meneliti struktur dan material yang tepat,” ujarnya.
Bangunan terowongan ini dengan konstruksi luar menggunakan material kaca dan didalam memakai material marmer. Dengan material kaca, dimaksudkan agar pandangan di kedua sisi tempat ibadah bisa leluasa terlihat baik sisi Masjid Istiglal maupun Gereja Katedral. Sebagai konsep perencanaan, bahwa ruang antara Masjid dan Gereja sebagai simbul hubungan umat beragama yang harmonis./





































