Press "Enter" to skip to content

IHSG dan Kurs Rupiah Kembali Melemah

IHSG dab rupiah pada perdagangan Ssenin (1/11) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Aksi ambil untuk kembali terjadi pada perdagangan awal pekan, Senin (25/10). Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 18,04 poin ke posisi 6.625,7. Sementara indeks LQ45 turun 9,47 poin ke posisi 961,32.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, katalis negatif bagi IHSG hari ini yaitu aksi ambil untung investor pada sektor keuangan dan infrastruktur serta terkoreksinya mayoritas indeks di bursa Wall Street.

Sedangkan katalis positif hari ini yaitu menguatnya harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara.

Dibuka melemah, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG awalnya menguat namun perlahan turun ke zona merah hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 4,22 persen, diikuti sektor energi dan sektor kesehatan masing-masing 1,83 persen dan 0,55 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,46 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 1,35 persen dan minus 0,79 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp2,95 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.306.920 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,6 miliar lembar saham senilai Rp15,43 triliun. Sebanyak 255 saham naik, 265 saham menurun, dan 143 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 204,44 poin atau 0,71 persen ke 28.600,41, indeks Hang Seng naik 5,1 poin atau 0,02 persen ke 26.132,03, dan indeks Straits Times terkoreksi 2,15 poin atau 0,07 persen ke 3.202,99

Rupiah Pun Melemah

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 35 poin atau ke posisi Rp14.158 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.123 per dolar AS. Pelemahan dipicu pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell soal dimulainya tapering dalam waktu dekat.

“Nilai tukar rupiah melemah dengan pernyataan Jerome Powell di Jumat malam pada acara konferensi online bahwa The Fed masih dalam jalur pengurangan stimulus. Rencana tapering ini mendorong penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar lainnya,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dilansir Antara.

Selain itu, lanjut Ariston, pelaku pasar khawatir terhadap hiperinflasi di dunia yang dipicu kenaikan harga energi dan kasus Covid-19 global yang masih tinggi dan berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi. “Ini juga menjadi pendorong pelemahan nilai tukar rupiah,” ujar Ariston./


Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *