www.bisnistoday.co.id
Rabu , 8 Juli 2026
Home EKONOMI Pemerintah Bentuk Konsorsiun untuk Ambil Alih 35 Persen Proyek LNG di Blok Masela
EKONOMIEnergi

Pemerintah Bentuk Konsorsiun untuk Ambil Alih 35 Persen Proyek LNG di Blok Masela

BENTUK KONSORSIUM:
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35 persen hak partisipasi Shell dalam membangunan proyek kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi di Blok Masela, Provinsi Maluku. Saat ini proyek Kilang LNG Abadi di Blok Masela masih mengalami hambatan usai Shell Upstream Ovearseas yang merupakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Belanda hengkang pada Juli 2020 lalu.

“Saya baru balik dari Saumlaki mendampingi Bapak Presiden dan kami menginap di sana. Presiden sudah memberikan arahan, baik kepada saya maupun kepada Menteri BUMN bahwa program gas di Maluku menjadi salah satu prioritas,” ujar Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (8/9),

Bahlil mengungkapkan Inpex sebagai pemilik saham mayoritas tetap harus diminta untuk cepat melakukan proses tersebut.

Aksi pencaplokan hak partisipasi Shell dilakukan melalui kolaborasi antaraIndonesia Investment Authority (INA), Pertamina, dan beberapa perusahaan lain yang dijajaki Menteri BUMN untuk membuat suatu konsorsium guna mengambil alih saham 35 persen tersebut.

“Bapak Presiden juga sudah melihat lokasi di Saumlaki, saya juga kaget ternyata jalan di sana lebih mulus daripada jalan di tempat lain dan airport juga sangat bagus,” kata Bahlil Lahadalia.

“Jadi, kemungkinan besar perdebatan-perdebatan apakah di Saumlaki atau di tempat lain, Bapak Presiden menyampaikan bahwa di Saumlaki itu jauh lebih memenuhi syarat dan lebih efisien,” imbuhnya.

Saat ini kemajuan proyek Kilang LNG Abadi di Blok Masela masih mengalami hambatan usai Shell Upstream Ovearseas yang merupakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Belanda hengkang pada Juli 2020 lalu. Padahal pembangunan kilang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional dengan nilai mencapai 19,8 miliar dolar AS atau setara Rp285 triliun tersebut diproyeksikan mulai berproduksi tahun 2027.

Shell menguasai 35 persen hak partisipasi dan sisanya sebanyak 65 persen dikuasai perusahaan asal Jepang bernama Inpex Corporation sebagai operator./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SKK Migas
Energi

Beradu Inovasi Ai, SKK Migas Bidik Solusi Digital Untuk Dukung Target Produksi

JAKARTA, Bisnistoday - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Agrinas Palma Bangun Model Kemitraan Koperasi Sawit

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Digelar Masif, Kemenkop dan Dekopin Gelar Kick Off Bulan Koperasi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar...

Penggunaan B50
Energi

KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel B50

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh sarana diesel...