www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home EKONOMI Pemerintah Bentuk Konsorsiun untuk Ambil Alih 35 Persen Proyek LNG di Blok Masela
EKONOMIEnergi

Pemerintah Bentuk Konsorsiun untuk Ambil Alih 35 Persen Proyek LNG di Blok Masela

BENTUK KONSORSIUM:
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35 persen hak partisipasi Shell dalam membangunan proyek kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi di Blok Masela, Provinsi Maluku. Saat ini proyek Kilang LNG Abadi di Blok Masela masih mengalami hambatan usai Shell Upstream Ovearseas yang merupakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Belanda hengkang pada Juli 2020 lalu.

“Saya baru balik dari Saumlaki mendampingi Bapak Presiden dan kami menginap di sana. Presiden sudah memberikan arahan, baik kepada saya maupun kepada Menteri BUMN bahwa program gas di Maluku menjadi salah satu prioritas,” ujar Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (8/9),

Bahlil mengungkapkan Inpex sebagai pemilik saham mayoritas tetap harus diminta untuk cepat melakukan proses tersebut.

Aksi pencaplokan hak partisipasi Shell dilakukan melalui kolaborasi antaraIndonesia Investment Authority (INA), Pertamina, dan beberapa perusahaan lain yang dijajaki Menteri BUMN untuk membuat suatu konsorsium guna mengambil alih saham 35 persen tersebut.

“Bapak Presiden juga sudah melihat lokasi di Saumlaki, saya juga kaget ternyata jalan di sana lebih mulus daripada jalan di tempat lain dan airport juga sangat bagus,” kata Bahlil Lahadalia.

“Jadi, kemungkinan besar perdebatan-perdebatan apakah di Saumlaki atau di tempat lain, Bapak Presiden menyampaikan bahwa di Saumlaki itu jauh lebih memenuhi syarat dan lebih efisien,” imbuhnya.

Saat ini kemajuan proyek Kilang LNG Abadi di Blok Masela masih mengalami hambatan usai Shell Upstream Ovearseas yang merupakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Belanda hengkang pada Juli 2020 lalu. Padahal pembangunan kilang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional dengan nilai mencapai 19,8 miliar dolar AS atau setara Rp285 triliun tersebut diproyeksikan mulai berproduksi tahun 2027.

Shell menguasai 35 persen hak partisipasi dan sisanya sebanyak 65 persen dikuasai perusahaan asal Jepang bernama Inpex Corporation sebagai operator./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBALKawasan Global

AS Langgar Kesepakatan, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

JAKARTA, Bisnistoday – Situasi politik di Selat Hormuz masih keruh. Garda Revolusi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Besar Kelebihan Dana, Kemenkop Dorong Dukung Kopdes

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi besar memberikan dukungan kepada Koperasi...

EKONOMIGLOBALKawasan Global

Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF

JAKARTA, Bisnistoday - Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik...

Pameran Kelistrikan
Energi

Wujudkan Energi Bersih, Pemerintah Fokus Pencapaian Target PLTS 100 GW

JAKARTA, Bisnistoday Pemerintah Indonesia kini memacu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)...