www.bisnistoday.co.id
Rabu , 10 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Pengamat : Penurunan BI Rate Jadi Stimulus Sektor Riil
HEADLINE NEWS

Pengamat : Penurunan BI Rate Jadi Stimulus Sektor Riil

Logo BI
LOGO Bank Indonesia, belum lama ini./ant
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sepakat menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,25%  pada Rabu (16/7) kemarin, dinilai sebagai bagian menstimulus sektor rill serta pertumbuhan ekonomi pada umumnya.

“Termasuk sedikit ekonom yang memperkirakan BI Rate turun 25 bps menjadi 5,25% pada RDG BI hari ini. Maka, saya menilai tepat, taktis dan cermat serta forward looking keputusan RDG BI yang memutuskan penurunan BI Rate tadi,” ungkap Ryan Kiryanto, Ekonom Senior & Associate Faculty LPPI di Jakarta, Rabu (16/7).

Menurut Ryan, pertimbangannya terutama untuk menyokong pemulihan dan penguatan ekonomi ketika sinyal-sinyal pelemahan sudah terasa atau terlihat  seperti pertumbuhan PDB Kuartal I-2025 hanya 4,87% dan diproyeksikan bertumbuh 4,7% oleh IMF dan lembaga-lembaga lainnya.

Sinyal lainnya seperti, PMI di bawah 50; inflasi relatif rendah, permintaan kredit terus menurun dari bulan ke bulan maupun secara tahun ke tahun maupun PHK terus terjadi. Stabilitas posisi nilai tukar rupiah juga menjadi tambahan pertimbangan BI karena valuasi rupiah terhadap dolar AS sudah priced-in dengan perkembangan faktor global dan domestik.

“Maka turunnya BI rate diharapkan mampu menjadi stimulus untuk bank-bank (dari sisi supply) sesuaikan bunga kredit searah dengan BI Rate sehingga mendorong permintaan kredit (sisi demand),” urai Ryan.

Jadi, lanut Ryan Kiryano, semoga langkah dovish BI yang pro economic growth dan tetap pro stability tersebut diikuti oleh perbankan untuk melandaikan suku bunga simpanan dan kredit secara terukur guna mendorong permintaan kredit supaya sektor riil lebih bergairah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal-kuartal berikutnya.

“Alhasil, harapannya ekonomi bisa tumbuh kuat dan inklusif di rentang 4.8-5.0% tahun ini dan tahun depan karena ditopang pertumbuhan kredit berkisar 9-11%,” tambahnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Univ Paramadina
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Jusuf Kalla : Kurangi Pengeluaran Tidak Produktif atau Dihapus Saja!

JAKARTA, Bisnistoday – Pengaruh terhadap ekonomi domestik setidaknya, dua hal terpenting yakni...

Logo BI
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Perkuat Stabilitas Moneter, BI Rate Naik Menjadi 5,50 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...