JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku industri teknologi mengakui bahwa perkembangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia berkembang pesat. Masyarakat bahkan tidak menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari sudah dilayani dengan menggunakan AI.Hal tersebut diungkapkan oleh Muhamad Paisol, President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, saat kegiatan Lintas Teknologi Solutions Day edisi ke-8 di Jakarta, Minggu (30/11).
Forum strategis ini, telah mempertemukan regulator, pemimpin industri, operator telekomunikasi, serta mitra global untuk membahas masa depan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.Paisol juga mengungkapkan bahwa adopsi AI secara global meningkat pesat.
Di Indonesia, lanjut Paisol, pertumbuhannya mencapai 47% dalam satu tahun terakhir, meski mayoritas perusahaan masih berada pada tahap awal penerapan teknologi ini. Sementara itu, lebih dari 70% masyarakat Indonesia belum menyadari bahwa mereka sudah menggunakan layanan berbasis AI dalam kehidupan sehari-hari.
Paisol juga menyoroti perubahan besar dalam pola pikir, perilaku manusia, dan budaya digital global.“AI adalah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus beradaptasi, tetapi seberapa cepat dan seberapa cerdas kita memanfaatkannya untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan industri,” tegas Paisol.
Dalam rangkaian kegiatan Lintas Teknologi Solutions Day edisi ke-8 yang digelar di Royale Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusuma, memadukan Fun Run 8K, konferensi teknologi, dan Golf Tournament serta diskusi teknologi. Mengusung tema “Living with AI: Opportunity, Risk, or Reality?”, forum ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar konsep futuristik.
Diskusi panel, menyajikan berbagai tokoh seperti Dr. Ir. Ismail, MT, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dian Siswarini, Direktur Utama PT Telkom Indonesia serta Perwakilan pimpinan dari XL, Indosat Ooredoo Hutchison, serta LTI.
Dian Siswarini menekankan bahwa Telkom Group telah mengembangkan AI for Network, yakni teknologi yang mengotomasi operasi jaringan, mengoptimalkan capacity planning, serta meningkatkan efisiensi routing untuk menekan biaya dan meningkatkan reliabilitas.
“Kolaborasi antara pemerintah, operator, bisnis, akademisi, dan sektor privat adalah kunci mewujudkan visi AI nasional,” ujar Dian.
Sementara itu, Dr. Ismail menegaskan pentingnya membangun program bersama yang mencakup diskusi mengenai jaringan, data, hingga spektrum frekuensi. “Kita membutuhkan kompetisi yang kolaboratif agar layanan publik semakin relevan dan mampu menjawab tantangan bangsa,” katanya./

