www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 15 Juni 2024
Home EKONOMI Pengusaha dan Pekerja Bersinergi Hadapi Covid-19
EKONOMI

Pengusaha dan Pekerja Bersinergi Hadapi Covid-19

pekerja sawit
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Hari Buruh (May Day) 1 Mei 2020, mengingatkan kembali nilai solidaritas yang menjadi dasar pergerakan buruh. Hal ini sangat penting mengingat tahun ini kondisi yang dihadapi oleh dunia usaha secara global, maupun di Indonesia mengarah pada melambatnya pertumbuhan ekonomi maupun resesi ekonomi sebagai dampak pendemi Covid-19.

Gelombang resesi ini memerlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintah, pengusaha, dan juga buruh untuk bisa bersama bertahan selama masa pandemi dan bisa dengan segera bangkit setelah masa krisis berlalu.

Joko Supriyono

 “Gelombang resesi ini memerlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintah, pengusaha, dan juga buruh untuk bisa bersama bertahan selama masa pandemi dan bisa dengan segera bangkit setelah masa krisis berlalu,” ungkap Joko Supriyono, Ketum Gapki, dalam keteragan persnya di Jakarta, Kamis (30/4).

Joko Supriyono menjelaskan, laporan edisi ke-2 International Labour Organization (ILO) tentang Covid-19 dan Dunia Kerja, 7 April 2020, menyebutkan dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 sebagai masa-masa krisis yang terburuk sejak perang dunia ke-2. Hampir seluruh sektor akan terdampak tergantung besar kecilnya kasus yang muncul di suatu negara. 

“Hal ini secara nyata telah menghantam berbagai industri unggulan di Indonesia yang mengakibatkan lebih kurang 2,8 juta pekerja terancam di PHK dan dirumahkan, menurut data KEMNAKER per 13 April 2020,” papar Joko Supriyono.

Menurutnya, upaya-upaya pencegahan dan mitigasi Covid-19 bagi industri sawit yang melibatkan berbagai pihak harus segera dibuat meskipun industri sawit masih terkategori sebagai industri yang terdampak rendah- menengah menurut laporan ILO. 

Meskipun terdapat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan di kota-kota provinsi lainnya, operasional di sektor sawit masih berjalan. Belum ada laporan PHK. Namun hal ini tetap perlu mendapat perhatian, baik dari pemangku kepentingan terkait, Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan para pengusaha.

Langkah-langkah awal telah diinisiasi oleh GAPKI melalui protokol pencegahan Covid-19 untuk industri sawit, dan juga Protokol pencegahan Covid-19 bersama dengan JAPBUSI, Jejaring SP/SB Sawit Indonesia. Versi awal protokol pencegahan ini merupakan langkah-langkah pencegahan yang perlu diperhatikan oleh industri sawit di Indonesia. Hal kunci dalam pencegahan ini adalah aspek Kesehatan dan Keselamatan Pekerja (K3) di tempat kerja.

Protokol awal ini, menurut Joko Suproyono, merupakan seruan bersama perwakilan pekerja dan pengusaha yang telah disebarkan ke daerah-daerah produsen sawit maupun perusahaan- perusahaan GAPKI. Protokol ini akan diperbaharui dengan melihat perkembangan situasi Covid-19 yang senantiasa berubah.

Langkah GAPKI ini sepenuhnya didukung JAPBUSI, yang terdiri dari 9 federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Indonesia yang memiliki anggota-anggota yang bekerja di kebun-kebun maupun pabrik-pabrik termasuk industri-industri pengolahan kelapa sawit yang berafiliasi dengan empat konfederasi, yaitu

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI Rekonsiliasi).

Seruan Gapki dan Japbusi

Sementara, Nursanna Marpaung, Sekretaris Eksekutif, Jejaring Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) berpendapat, sehubungan dengan peringatan hari buruh dan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia, GAPKI dan JAPBUSI sebagai wadah komunikasi antar Serikat Pekerja/Serikat Buruh di industri sawit Indonesia menyerukan beberapa hal sebagai berikut untuk melindungi hak-hak pekerja dan memastikan keberlangsungan industri sawit Indonesia, antara lain;

Menghargai seluruh upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan perkebunan sawit dalam hal pencegahan, kesiapsiagaan dan penanggulangan Covid-19. Menghimbau agar berbagai intervensi harus memperhatikan pekerja/buruh rentan yang terlibat dalam seluruh rantai pasok industri sawit Indonesia.

Meminta pemerintah untuk memperhatikan sektor sawit, meskipun saat ini belum termasuk dalam sektor yang sangat terdampak Covid-19. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi dampak Covid-19 terhadap kelompok rentan di sektor sawit seperti buruh dan petani.

Nursanna Marpaung menambahkan, GAPKI dan JAPBUSI berkomitmen untuk bekerja bersama meningkatkan citra sawit Indonesia dan mempromosikan pekerjaan yang layak, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit dan agenda bersama pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). GAPKI dan JAPBUSI juga mengajak pemerintah dan stakeholder terkait berjuang bersama demi sawit Indonesia.

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Agraria Summit
EKONOMI

Kementerian ATR/BPN Segera Gelar Reforma Agraria Summit 2024

DENPASAR, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui...

EKONOMI

Menteri AHY Pacu Sertipikasi Tanah Jelang Agraria Summit

KAB. BADUNG- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus...

EKONOMI

Bertemu Presiden Jokowi, Khofifah dan Rektor Unair Serahkan Konsep untuk Indonesia Maju 2034

JAKARTA, Bisnistoday - Ketua Umum IKA Unair Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan...

EKONOMI

Hari Laut Sedunia 2024: Jaga Laut, Jaga Kehidupan!

JAKARTA, Bisnistoday - Setiap 8 Juni, seluruh dunia memperingati momentum tersebut sebagai...