JAKARTA, Bisnistoday- Perusahaan grup Waskita Karya, PT Waskita Beton Precast Tbk per akhir September 2022 memperoleh kontrak baru senilai Rp1,15 triliun. Kontrak baru itu, 96 persen berasal dari proyek infrastruktur Grup Waskita Karya, 24 persen dari pasar BUMN.
Hal tersebut dikatakan oleg Direktur Operasi PT Waskita Beton Precast dalam public expose tahunan secara daring di Jakarta, Rabu (5/10).
Ia mengatakan, sepanjang semester 1/2022 ini Waskita Beton Precast membukukan pendapatan usaha sebesar Rp744 miliar atau tumbuh 81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ditopang oleh seluruh lini bisnis perseroan yang telah pulih pasca pandemi Covid-19.
Saat ini Waskita Beton Precast tengah mengerjakan berbagai proyek infrastruktur, diantaranya Jalan Tol KamalTeluk Naga-Rajak-Balaraja), Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), dan Savasa Residence. Kemudian proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB), Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 1, dan Jalan Tol Tebing Tinggi-Seberlawan Seksi 4.
Manajemen optimistis Waskita Beton Precast memiliki potensi katalis positif hingga tahun 2023. Hal ini didukung dengan adanya kenaikan anggaran infrastruktur pada APBN 2023 yang meningkat 7,75 persen menjadi Rp392 triliun, sinergi intra-Grup Waskita Karya dimana Waskita Beton Precast menyuplai beton prioritas bagi proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, khususnya proyek PMN (Penyertaan Modal Negara).
Lalu peningkatan pasar ritel yang diproyeksikan meningkat lebih dari 50 persen, khususnya dari segmen produk readymix, market leader industry beton dimana Waskita Beton Precast masih kokoh sebagai salah satu pemimpin pasar dengan kapasitas produksi yang besar.
Kemudian peningkatan potensi pasar dari proyek BUMN dan pemerintah seiring dengan kebijakan peningkatan kandungan dalam negeri dan adanya peluang proyek pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara./


