www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 19 September 2026
Home LIFESTYLE Wisata & Kuliner Peran Perempuan dalam Membentuk Masa Depan Pariwisata yang Inklusif dan Berkelanjutan
Wisata & Kuliner

Peran Perempuan dalam Membentuk Masa Depan Pariwisata yang Inklusif dan Berkelanjutan

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Konferensi Regional Pariwisata PBB ke-2 tentang Pemberdayaan Perempuan dalam Pariwisata di Asia dan Pasifik diselenggarakan bersama oleh UN Tourism dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia bekerjasama dengan Politeknik Pariwisata BICC The Westin Resort, Nusa Dua Bali, Indonesia mulai tanggal  2-4 Mei 2024 .

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ni Wayan Giri Adnyani dalam keterangannya, melaporkan bahwa Konferensi ini dihadiri oleh 42 peserta internasional dari Asia dan Pasifik dan 170 peserta dosmetik. Dengan antusiasnya peserta yang hadir menandakan bahwa isu perempuan dalam dunia pariwisata sangat penting dan menjadi perhatian publik.

Dalam konferensi juga ada beberapa sesi diskusi dimana peserta dari berbagai negara dapat berbagi pengalaman tentang pencapaian dan implementasi pemberdayaan perempuan dan apa saja hambatan yang mereka hadapi. Giri juga menambahkan konferensi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang siginifikan bagi industri pariwisata untuk mendukung posisi strategis perempuan dalam industri.

Sebanyak 53% dari angkatan kerja pariwisata di Asia & Pasifik terkonsentrasi pada perempuan, namun mereka terkonsentrasi pada pekerjaan dengan keterampilan renah, upah rendah, dan informal, sehingga membuat mereka memiliki akses terbatas terhadap perlindungan sosial dan rentan selama masa krisis. Ketika industri pariwisata global mengalami pemulihan yang cepat dan meluas dari pandemi Covid-19, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi ketidaksetaraan gender di sektor ini dan memfasilitasi lebih banyak peluang untuk pemberdayaan perempuan.

Perlu Keselamatan

Dalam salah satu panel diskusi tentang Keselamatan dan aksesibilitas peluang wisatawan perempuan (female traveller), Dr Elaine Yang, senior Lecturer Department of Tourism Sport and Hotel management di Griffith University Australia menjelaskan peningkatan wisatawan perempuan yang melakukan perjalanan wisata sehingga perlu dipertimbangkan keselamatan dan akses wisata yang memadai bagi mereka. Hasil penelitian menunjukka bahwa hambatan perempuan untuk melakukan perjalanan wisata 70 persen disebabkan oleh masalah keselamatan termasuk pelecehan seksual, kekerasan gender dan resiko lainnya.

Tetapi yang menarik, lanjut Elaine, adalah terjadinya peningkatan perempuan yang melakukan perjalanan wisata sendirian atau dikenal dengan istilah Solo Female Traveller. Ditambahkan Elaine, saat ini masih terdapat hambatan kultural khususnya di Asia yakni persepsi negatif ketika perempuan asia melakukan perjalanan wisata sendirian. Bias gender tentunya perlu diatasi dengan edukasi dan sosialisasi yang intensif sehingga isu gender bisa teratasi dalam industri pariwisata.

Baca juga: Sektor Parekraf Libatkan Peran Perempuan

Turut hadir dalam konferensi tersebut, Dr Rahtika Diana, founder Beyond Borders Indonesia, yang menyorot isu Solo Female Traveller. Menurutnya, peluang pasar bagi perempuan yang ingin melakukan perjalanan wisata sangat potensial. Berdasarkan hasil penelitian, perempuan yang melakukan perjalanan wisata cenderung meningkatnya di Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Dan untuk itu perlu dipersiapkan destinasi yang sesuai dengan karakateristik wisatawan perempuan. Perlu dilakukan riset untuk memahami perilaku wisatawan perempuan sehingga kedepannya kita bisa mengembangkan destinasi wisata ramah perempuan (female friendly destination). Kita tidak hanya memikirkan dari sisi demand tapi juga sisi supply-nya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ciwalk Mall
Wisata & Kuliner

5 Rekomendasi Liburan di Bandung, dari Ciwalk hingga Bakmi Legendaris Avon

BANDUNG, Bisnistoday - Bandung selalu punya banyak pilihan untuk menghabiskan waktu saat...

Inul daratista
Wisata & Kuliner

Strategi Bisnis Inul Daratista Lewat Min Sok Chon, Gabungkan Kuliner Korea dan Hiburan Karaoke

JAKARTA.Bisnistoday- Bisnis kuliner Inul Daratista semakin memperkuat eksistensinya lewat Min Sok Chon....

Hotel Santika
Wisata & Kuliner

Nonton Konser, Hotel Santika Kelapa Gading Tawarkan Paket ‘After Hours Stay’

JAKARTA, Bisnistoday - Hotel Santika Kelapa Gading menghadirkan paket menginap khusus bertajuk...

Wisata & Kuliner

Peluang Bisnis Kuliner: D’Celup Sempol Ayam Tawarkan Kemitraan Mulai Rp3,3 Juta

DEPOK, Bisnistoday- Pasar jajanan murah di Indonesia masih menyimpan potensi profit yang...