JAKARTA, Bisnistoday – PT Waskita Karya Tbk melalui PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) memanfaatkan aspal coldmix untuk memperbaikan kerusakan secara cepat untuk ruas tol Kayu Agung- Palembang -Betung (Kapalbetung). Kapal coldmix merupakan material yang mudah digunakan dan terbukti handal. Perbaikan ruas Kapalbetung tuntas pada akhir Januari 2022.
Dalam kunjungannya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyatakan kepuasannya atas gerak cepat WST dalam memperbaiki ruas Kapal Betung. “Agenda kunjungan kami pada kesempatan ini adalah untuk mengamati langsung penggunaan aspal Coldmix yang digunakan WST,” ujar Danang Parikesit dalam keteraganya di Jakarta, Selasa (18/1).
“Aspal Coldmix ini mudah pelaksanaannya dan memiliki keawetan yang baik, sehingga diharapkan ke depannya ruas tol Kapal Betung terus mempertahankan kualitas jalan tol yang baik,” tambahnya.
Perbaikan yang dilaksanakan sejak 8 Januari 2022 ini dilaporkan telah mencapai progres sebesar 95%. Kepala BPJT melakukan kunjungan untuk mengamati langsung pengerjaan perbaikan ruas tol yang telah beroperasi sejak tahun 2020 tersebut.
Perbaikan menyeluruh yang dilakukan pada ruas tol Kapal Betung berupa penambalan pada badan jalan yang mengalami kerusakan menggunakan aspal Coldmix Baro-Baro asal Korea, di mana aspal tersebut dapat mengering dalam beberapa jam, sehingga dapat langsung digunakan.
Sebelumnya, Direktur Utama WST, Herwidiakto sempat menyampaikan target WST dalam memperbaiki ruas Kapal Betung. Waskita menargetkan seluruh lubang dan kerusakan di Ruas Kapal Betung dapat tertutup semua sampai dengan akhir bulan Januari 2022. Setelah itu, jika ditemukan kerusakan baru, akan segera ditutup dengan aspal Coldmix tersebut dengan target waktu maksimum kurang dari 1×24 jam.
“Target ini melebihi Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol, di mana SPM perbaikan jalan adalah maksimum 2×24 jam, sehingga diharapkan ke depannya Ruas Kapal Betung bisa mencapai zero lubang,” jelas Herwidiakto.
Selain itu, Waskita Sriwijaya Tol telah menambah jumlah rambu-rambu lalu lintas sejumlah 250 RC, 100 rambu petunjuk, dan 100 stick lamp yang akan menyala pada malam hari di sepanjang jalan tol, serta himbauan batas kecepatan kendaraan melalui spanduk dan VMS.
Telah dibentuk empat (4) tim Patroli Rambu yang terdiri dari dua (2) tim unsur QHSE (Quality, Health, Safety, and Environment) Kontraktor, dua (2) tim unsur QHSE Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang beroperasi 1×24 jam. Tim Patroli juga bertugas merawat dan memperbaiki rambu-rambu yang mengalami kerusakan, serta memasang kembali rambu-rambu yang hilang./



