www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 9 Mei 2026
Home EKONOMI Pertamina Akui Kebocoran Pipa di Kilang Dumai
EKONOMIEnergi

Pertamina Akui Kebocoran Pipa di Kilang Dumai

DIRUT PERTAMINA, NIcke Widyawati, saat RDP dengan Komisi VII DPR.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengakui, ledakan Kilang Dumai pada Sabtu (1/4) malam, pukul 22.42 akibat adanya kebocoran gas hydrogen pada pipa 6 inci di area compressor 212-C-2. Kini, PT KPI maksimalkan penanganan insiden Kilang Dumai.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Adityawarman dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pertamina dengan Komisi VII DPR RI yang berlokasi di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa, (4/4).

“Kejadian bocoran tersebut diikuti flash serta menyebabkan getaran dan dentuman keras, kemudian data terakhir dirasakan sampai radius 1 km yang terdampak di perumahan warga Desa Tanjung Palas Dumai,” ujar Taufik pada rapat tersebut.

Taufik mengatakan tim dengan sigap mematikan dua unit compressor serta dilakukan pemadamam serta pendinginan sehingga api berhasil padam hanya dengan waktu 9 menit saja pada pukul 22.51. Meski demikian, kejadian ini masih dalam penanganan investigasi oleh Pertamina, Direktorat Jenderal Migas ESDM serta kepolisian.

Ia mengungkapkan, rekan-rekan di lapangan koordinasi berjalan dengan baik sehingga pada jam 22.51 api sudah berhasil dipadamkan. Dilakukan proses evaluasi lebih lanjut pada pukul 23.30 dan kondisi sudah dinyatakan aman.

“Sampel dari material pipa nanti akan kami lakukan uji laboratorium untuk melakukan analisis metalurgi, untuk memastikan apakah nanti material seperti ini masih sesuai atau harus dilakukan peningkatan kekuatan materialnya,”katanya.

Bentuk Tim Gabungan

Untuk menangani insiden Kilang Dumai ini, Pertamina melakukan pembentukan tim gabungan dan tim investigasi. Rencana selanjutnya adalah melakukan pendataan, verifikasi dan perbaikan yang targetnya akan selesai pada April ini.

“Kami akan lakukan perbaikan fasum yang targetnya selesai pada 7 April, perbaikan rumah warga yang ditargetkan selesai sebelum lebaran atau tanggal 17 April ini. melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengingat bahayanya tinggal di buffer zone. Melakukan penguatan peralatan dan fasilitas sekitar dengan target Mei 2023, dan review buffer zone pada Juli 2023,” lanjutnya.

Teknologi Kilang

Direktur Utama Pertamina Persero Nicke Widyawati menambahkan, Pertamina berkomitmen untuk menangani insiden Kilang Dumai ini dengan semaksimal mungkin. Pertamina akan terus mengupgrade teknologi setiap kilang secara bertahap.

“Kami akan terus mengupgrade teknologi kilang secara bertahap, tidak bisa dilakukan sekaligus karena untuk melakukannya kilang harus dimatikan. Kami akan semaksimal mungkin menangani insiden ini. Tentu menjadi PR kita bersama untuk membalance support energi dan aspek keselamatan,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina. (dok: ASEAN.org)
ASEANEKONOMIEnergiGLOBAL

Antisipasi Dampak Perang Iran, ASEAN Siapkan Langkah Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - Para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah yang bertujuan untuk...

Energi

Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih “Jawara Of The Year 2025”

JAKARTA, Bisnistoday – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBALHEADLINE NEWS

Perusahaan Kargo Masih Dihantui Lonjakan Biaya Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Pembukaan kembali Selat Hormuz (seandainya dibuka) tidak akan berdampak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop akan Buat Ketentuan Soal Rapat Anggota Tahunan

BANJARMASIN, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan memastikan koperasi melaksanakan kewajiban Rapat...