TANJUNG JABUNG BARAT, Bisnistoday – Upaya mengembalikan kejayaan kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan hasil positif. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) selama delapan tahun terakhir berhasil membangun kembali ekosistem kopi khas Jambi tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Program pendampingan yang dimulai sejak 2015 berfokus pada peningkatan kualitas budidaya, pengendalian penyakit akar putih, hingga pelatihan pascapanen. Hasilnya mulai terlihat jelas ketika Gerai Kopi Liberika Mekar Jaya resmi berdiri pada 30 Oktober 2017 sebagai pusat edukasi, hilirisasi produk, dan ruang kreatif masyarakat.
Gerai Mekar Jaya kini menjadi etalase kopi Liberika dari berbagai UMKM lokal, seperti Paristo, Liberika Café Aji, Kopi Mekar, Soma, MPL, hingga MPG. Tidak hanya menjual kopi, gerai ini berkembang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan seni, pelatihan barista, dan berbagai aktivitas komunitas.
“Liberika ini bukan sekadar komoditas, tapi identitas daerah,” ujar CSR & Comdev Supervisor PCJL, Ahmad Ramadlan, dalam kunjungan media SKK Migas-KKKS (26/11/2025). Ia menegaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem petani dan UMKM melalui penguatan kapasitas dari hulu hingga hilir.
Dukungan tersebut disambut baik pelaku UMKM. Harihadi, pengelola Gerai Mekar Jaya, menyebutkan bahwa sebelum pendampingan, sebagian besar petani hanya menjual green bean tanpa pemahaman pengolahan. “Sekarang anak muda bisa menjadi barista, UMKM punya produk sendiri, dan ekonomi keluarga ikut terangkat,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap Liberika meningkat, mendorong harga green bean mencapai sekitar Rp85.000 per kilogram. Meskipun ada petani yang beralih ke komoditas lain, pasar kopi Liberika tetap menjanjikan berkat karakteristik rasa yang khas dan minimnya kompetitor di pasar nasional.
Bahkan, permintaan dari Malaysia dan Singapura mulai masuk untuk suplai Liberika Betara, membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Kontribusi Hulu Migas untuk Ekonomi Lokal
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menegaskan bahwa industri hulu migas tak hanya berperan dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.
“Inisiatif PetroChina dalam mengembangkan kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat adalah contoh nyata bagaimana kegiatan hulu migas dapat mendorong ekonomi lokal tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
PetroChina bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat strategi keberlanjutan, mulai dari edukasi kopi, peningkatan kualitas UMKM, hingga pengembangan ekowisata berbasis Liberika. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga eksistensi kopi khas Jambi, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam industri kreatif berbasis komoditas lokal.
Dengan semakin kuatnya ekosistem yang terbentuk, kopi Liberika diprediksi menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.




