www.bisnistoday.co.id
Senin , 22 Juni 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Piala Dunia 2026 Dianggap lebih Agresif dan Menghibur
Sport & Health

Piala Dunia 2026 Dianggap lebih Agresif dan Menghibur

Meskipun 109 gol telah dicetak sejauh ini, total xG gabungan berada di sekitar 90. Dengan kata lain, tim telah mencetak gol 19 kali lebih banyak daripada yang diprediksi oleh statistik tersebut.

Pertandingan Piala Dunia 2026, Jerman-Curacao (dok:Reuters)
Pertandingan Piala Dunia 2026, Jerman-Curacao (dok:Reuters)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Piala Dunia 2026 telah berlangsung kurang lebih sepekan. Banyak gol tercipta dari pertandingan yang dimainkan dimainkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebagai tuan rumah.

Contoh terbaru adalah kemenangan telak Jepang 4-0 atas Tunisia dan kemenangan besar Belanda 5-1 atas Swedia. Tetapi itu bukanlah satu-satunya hasil yang jomplang. Kanada mencukur Qatar 6-0, Jerman membantai Curaçao 7-1, dan Inggris mengalahkan Kroasia 4-2.

Contoh di atas menunjukkan beberapa pertandingan yang menampilkan jumlah gol yang jarang terlihat di level tertinggi turnamen sekelas Piala Dunia . Tren ini menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi paling menghibur dan berorientasi menyerang dalam sejarah turnamen.

Penonton menyukai gol, dan turnamen ini memberikan itu. Hingga berita ini ditulis (Minggu, 21/6/2026) sebanyak 36 pertandingan telah dimainkan sejak awal kompetisi, dan menghasilkan 109 gol. Itu berarti rata-rata 3,03 gol per pertandingan.

Menurut Opta Analyst, ini adalah tingkat mencetak gol tertinggi di Piala Dunia sejak turnamen 1958 di Swedia, di mana Pele menginspirasi Brasil untuk mengangkat trofi di Solna. Pada turnamen saat itu, rata-rata tercipta 3,6 gol per pertandingan.

Menariknya, sejumlah tim peserta saat ini juga mencetak gol jauh lebih banyak dari yang diperkirakan. Bagi yang belum familiar dengan metrik expected goals (xG), metrik ini mengukur kualitas peluang mencetak gol pada skala 0,00, yang mewakili peluang dengan hampir tidak ada kemungkinan sukses, hingga 0,99, peluang yang hampir pasti menghasilkan gol.

Meskipun 109 gol telah dicetak sejauh ini, total xG gabungan berada di sekitar 90. Dengan kata lain, tim telah mencetak gol 19 kali lebih banyak daripada yang diprediksi oleh statistik tersebut.

Sejumlah teori

Para analis telah mencari penjelasan di balik ledakan jumlah gol tersebut. Beberapa menunjuk pada performa penjaga gawang yang tidak konsisten. Salah satu contoh yang sering dikutip adalah penjaga gawang Curacao, Eloy Room, yang bermain di divisi kedua sepak bola Amerika dan kebobolan tujuh gol melawan Jerman.

Namun, teori itu terbantahkan pada Sabtu malam kemarin ketika Room tampil spektakuler melawan Ekuador, dengan melakukan 15 penyelamatan dan hanya terpaut satu dari rekor Piala Dunia Tim Howard yang dibuat pada 2014. Rekor Howard terjadi dalam pertandingan yang berlanjut ke perpanjangan waktu, membuat pencapaian Room bisa dibilang lebih mengesankan.

Beberapa pihak bahkan menyalahkan bola pertandingan resmi Adidas Trionda. Salah satunya adalah mantan kiper Inggris, Joe Hart, yang kini menjadi analis sepak bola. “Saya merasa bola mencapai kiper lebih cepat daripada yang mereka kira saat bola meninggalkan kaki pemain,” ujarnya, seperti dilansir Mundo Deportivo.

Statistik lain menyoroti pertandingan di turnamen ini yang dianggap lebih menghibur jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu dari 36 pertandingan pertama yang telah digelar, terdapat lima hasil imbang tanpa gol. Sebaliknya, hanya dua pertandingan di Piala Dunia saat ini yang berakhir 0-0, salah satunya adalah hasil imbang Spanyol melawan Tanjung Verde.

Piala Dunia Qatar 2022 juga menghasilkan 90 gol dari 36 pertandingan pertamanya, rata-rata 2,5 gol per pertandingan. Itu 0,53 gol lebih sedikit per pertandingan daripada turnamen saat ini yang diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Oranje Bus, bus ikonik suporter Belanda (dok: Instagram)
IndepthSport & Health

Kegembiraan Sepak Bola

JAKARTA, Bisnistoday - Ribuan orang itu bergerak memasuki Kota Houston, Texas, Amerika...

Medical and Scientific Affairs Director Sarihusada, Ray Wagiu Basrowi
Sport & Health

Waspada! Alergi Susu Sapi Pada Anak Dapat Menyebabkan Stunting

Jakarta, Bisnistoday – Alergi protein susu sapi (APSS) merupakan salah satu kondisi...

Lionel Messi dan kedua orang tuanya. (dok: Instagram)
Sport & Health

Keluarga Jelaskan Kondisi Kesehatan Ayah Lionel Messi

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah meningkatnya spekulasi dalam beberapa hari terakhir mengenai...

Luiz Diaz (doksportsnet.ca/AP)
Sport & Health

Luiz Diaz Tampil Gemilang, Kolombia Bungkam Uzbekistan

JAKARTA, Bisnistoday:  Pemain sayap Kolombia, Luis Diaz, tampil memukau di Stadion Azteca...