www.bisnistoday.co.id
Minggu , 4 Oktober 2026
Home EKONOMI PMI Manufaktur Indonesia Terus Ekspansif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

PMI Manufaktur Indonesia Terus Ekspansif

PMI Manufaktur Naik : Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Jumat (1/4).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sektor industri manufaktur di Indonesia terus meningkatkan produktivitasnya dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan eskpor. Hal ini terlihat dari laporan S&P Global, yang menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret berada di posisi 51,3 atau naik dibanding bulan sebelumnya di level 51,2.

Peringkat PMI di atas 50 menandakan bahwa sektor industri dalam fase ekspansi. Menurut catatan S&P Global, kenaikan PMI Manufaktur Indonesia pada bulan ketiga karena adanya produksi dan pesanan baru yang semakin meningkat. 

Selain itu, terjadi perbaikan kondisi bisnis di seluruh sektor manufaktur di Indonesia selama tujuh bulan berturut-turut. PMI Manufaktur Indonesia pada Maret mampu melampaui PMI Manufaktur Korea Selatan (51,2), Malaysia (49,6), China (48,1), Rusia (44,1), serta di atas rata-rata ASEAN (50,8).

“Kami terus menjaga dan memacu agar sektor industri dapat berproduksi dengan baik dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama pada bulan Ramadan dan Lebaran yang permintaannya akan meningkat,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Jumat (1/4).

Berita Terkait : Investasi Industri Manufaktur Tembus Rp325,4 Triliun 

Ia menyampaikan, Kemenperin proaktif untuk memastikan pasokan dan distribusi terhadap produk industri berjalan baik sehingga sampai ke pasaran atau konsumen. “Pemerintah telah melaksanakan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Febri menambahkan, pemerintah terus mengakselerasi kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini sejalan dengan visi Presidensi G20 “Recover Together, Recover Stronger”, salah satunya diharapkan dapat terwujud melalui sektor industri, bersama dengan sektor perdagangan dan investasi. 

“Kementerian Perindustrian mengambil peran aktif dengan mengusulkan pembahasan mengenai sektor industri secara khusus dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) yang pertemuan pertamanya telah usai diselenggarakan di Solo, 29-31 Maret yang lalu,” jelasnya.

Pertemuan TIIWG merupakan babak baru dalam kolaborasi antarnegara anggota G20. Ini juga merupakan langkah besar menuju pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Menperin menyebutkan, seluruh delegasi secara substantif mendukung posisi yang diajukan indonesia sebagai Presidensi G20 kali ini, termasuk TIIWG yang pertama kalinya membahas isu industri. Hal tersebut mendukung isu industri dapat dibahas dalam Presidensi G20 selanjutnya.

“Hal ini karena industri memegang peranan penting dalam perekonomian, sehingga perlu merumuskan strategi bersama untuk mencapai industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga menciptakan ekonomi dunia yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi krisis,” jelas Jubir Kemenperin.

Menanggapi hasil PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Maret, Jingyi Pan selaku Economics Associate Director IHS Markit menyampaikan, meski kenaikan output dan pesanan baru terlihat melambat karena menghadapi dampak Covid-19 yang masih ada, kepercayaan bisnis semakin meningkat tajam di antara perusahaan manufaktur Indonesia di tengah gelombang virus terkini yang mulai mereda. 

“Sangat penting untuk mengamati apakah sentimen positif berarti pertumbuhan produksi yang lebih baik pada bulan-bulan mendatang. Selain itu, berita baiknya adalah kondisi ketenagakerjaan membaik pada bulan Maret, karena perusahaan tetap percaya diri dalam memperbesar kapasitas tenaga kerja mereka, untuk menampung persyaratan produksi berkelanjutan dan yang akan datang,” paparnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Prospek Bisnis Umrah dan Haji Makin Cerah, Travel Jannah Firdaus Selenggarakan Ribuan Jemaah Manasik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id-Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, saat ini Indonesia...

Ekonomi & Bisnis

Dua Hari Operasi Tanpa Tarif, Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Layani 24 Ribu Kendaraan

PROBOLINGGO, Bisnistoday.co.id - PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mencatat sebanyak 24.914 kendaraan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

OJK Tetapkan Perlakuan Khusus Kredit Bagi Debitur Terdampak Bencana di NTT

JAKARTA, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan perlakuan khusus atas kredit/pembiayaan...

Menteri Perindustrian
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Industri Tumpuan Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan sektor industri merupakan tumpuan...