ACEH TIMUR, Bisnistoday – PT Pos Indonesia (Persero) menjalankan amanah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) kendati dalam situasi darurat bencana banjir dan lumpur di Aceh Timur dan Kota Langsa. Bantuan ini diharapkan menjadi penopang bagi keluarga rentan yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka.
BLTS Kesra dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat saat terjadi guncangan ekonomi maupun bencana. Di wilayah terdampak banjir, dana tunai tersebut membantu warga membeli kebutuhan pokok, memperbaiki rumah, hingga membayar biaya listrik dan kesehatan.
Executive Manager Kantorpos Kota Langsa, Aulia Arham, mengatakan penyaluran dilakukan dengan berbagai metode, menyesuaikan kondisi lapangan. Kantorpos Kota Langsa masih tampak ramai. Warga datang silih berganti, sebagian masih membawa cerita tentang air setinggi dada yang sempat merendam rumah mereka.
Menurutnya, pembagian BLTS Kesra dilakukan baik di kantorpos maupun langsung ke lokasi warga terdampak. Pada tahap awal, kendala listrik dan jaringan internet membuat petugas harus turun langsung dari rumah ke rumah agar bantuan tidak tertahan.
Door to door menjadi solusi. Petugas menyusuri permukiman, memastikan lansia, difabel, dan keluarga yang kesulitan mobilitas tetap menerima haknya.
Bagi warga Langsa Timur, bantuan tersebut terasa nyata manfaatnya. Seorang penerima mengaku menggunakan uang yang diterima untuk memperbaiki rumah dan membayar tagihan listrik setelah banjir merendam wilayah mereka hingga setinggi satu meter. Penerima lain menyebut bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pemulihan.
Menjangkau Hingga Pintu Rumah
Penyaluran BLTS Kesra di Aceh Timur dipusatkan di Kantorpos Idi Rayeuk. Namun, seperti di Langsa, pelayanan tidak berhenti di loket. Petugas kembali bergerak menyusuri perkampungan untuk menyalurkan bantuan langsung ke rumah warga, terutama lansia dan penyandang disabilitas. Seorang penerima di Idi mengaku menggunakan dana tersebut untuk biaya berobat.
Branch Manager Kantorpos Idi, Fahrur Razi, menjelaskan bahwa percepatan penyaluran dilakukan karena dampak bencana yang begitu luas. Pada awal bencana, ketiadaan listrik dan jaringan membuat proses distribusi dilakukan secara offline. Ribuan keluarga penerima manfaat pun akhirnya dapat terlayani.
Menurutnya, hampir 70 persen wilayah Aceh Timur terdampak banjir. Dalam situasi seperti itu, fleksibilitas menjadi kunci agar bantuan tidak tertunda.//







































