www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home GLOBAL Prancis Masih Mencekam Pasca Kerusuhan
GLOBALKawasan Global

Prancis Masih Mencekam Pasca Kerusuhan

KERUSUHAN di Menara Eifel, Kota Paris, Prancis, baru-baru ini./@2.0 Auriel/
Social Media

PRANCIS, Bisnistoday – Prancis masih dalam kondisi mencekam, kendati kerusuhan di berbagai wilayah yang dipicu warga yang ditembak aparat Kepolisian, yang dinilai berlebihan dan cenderung rasisme. Akhir pekan, sebanyak 719 orang ditangkap selam berselang kerusuhan di Prancis.

Pihak Kemendagri Prancis mengatakan 719 orang ditangkap pada Sabtu malam, lebih sedikit dari 1.311 pada malam sebelumnya dan 875 pada Kamis malam.

Menurut kementerian itu, 45.000 polisi dan ribuan pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk menjaga ketertiban.”Tindakan mereka … membuat malam menjadi lebih tenang,” kata kementerian tersebut di akun resminya di Twitter.

Kerusuhan terbesar tadi malam terjadi di Marseille, di mana polisi dengan gas air mata bentrok dengan para pemuda di sekitar pusat kota hingga larut malam.

Di Paris, keamanan ditingkatkan di jalan Champs Elysees yang terkenal setelah muncul seruan di media sosial agar orang-orang berkumpul di sana.

Jalan yang biasanya dibanjiri wisatawan itu dijaga ketat oleh pasukan keamanan yang melakukan pemeriksaan secara acak. Toko-toko ditutup pemiliknya dengan papan untuk mencegah aksi perusakan. Beberapa bentrokan sporadis terjadi di pusat kota.

Kepolisian setempat mengatakan enam gedung umum rusak dan lima polisi terluka dalam bentrokan semalam. Sebanyak 315 orang ditangkap di ibu kota Prancis itu.

Rumah Vincent Jeanbrun, Wali Kota L’Hay-les-Roses, di pinggiran Paris dijarah, istri dan anak-anaknya jadi sasaran massa. Jaksa setempat mengatakan penyelidikan telah dibuka terhadap upaya pembunuhan.

Kerusuhan Brutal di Dua Kota

Presiden Emmanuel Macron menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman, yang rencananya dimulai pada Minggu, untuk menangani krisis terburuk di era kepemimpinannya sejak protes “Rompi Kuning” yang melumpuhkan sebagian besar Prancis pada akhir 2018.

Pada pemakaman Nahel, ratusan orang antre memasuki masjid besar Nanterre. Relawan dengan rompi kuning berjaga-jaga, sedangkan puluhan warga menyaksikan dari seberang jalan.
Polisi, yang disebut jaksa mengaku menembak mati Nahel, ditahan untuk penyelidikan formal atas pembunuhan disengaja.

Pengacaranya, Laurent-Franck Lienard, mengatakan kliennya bermaksud menembak kaki Nahel tetapi terbentur saat mobil melaju, sehingga tembakannya mengenai dada./Ant/reuters/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ilustrasi Gempa (Freepik/brx)
GLOBALLingkungan

Setidaknya 32 Tewas dan 700 Terluka Akibat Gempa Venezuela

  JAKARTA, Bisnistoday- Dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela, Kamis (25/6/2026), menewasan sedikitnya...

GEMPA Vemezuela
Kawasan Global

Venezuela Diguncang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1 dan Berpotensi Tsunami

JAKARTA, Bisnistoday- Kota Venezuela dilanda gempa bermagnitudo 7,1 pada Rabu sore waktu...

PM Inggris
GLOBALKawasan Global

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Menyatakan Mundur

TOKYO, Bisnistoday – Pasca kekalahan Partai Buruh pada pemilihan Mei Lalu memperlemah...

Presiden Trump
GLOBALKawasan Global

Presiden Trump Menyatakan Sepakat Hentikan Perang

WASHINGTON, Bisnistoday – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menyepakati...