JAKARTA, Bisnistoday – Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto memerintahkan para pemimpin bangsa harus bekerja untuk rakyat, bukan untuk dirinya, keluarganya atau atasannya. Presiden mengingatkan keras bahwa kekuasaan berada ditangan rakyat.
“Kekuasaan itu milik rakyat, kedaulatan itu rakyat, berkuasa atas izin rakyat, jalankan kekuasasan untuk kepentingan rakyat. Setiap pemimpin, bekerja untuk rakyat, bukan bekerja untuk diri sendiri, bukan kita bakerja untuk kerabat, bekerja untuk pimpinan, tapi pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” ungkap Presiden Prabowo di Gedung DPR/MPR di Jakarta, kemarin.
Presiden menegaskan kembali, bahwa bangsa ini selalu sadar. Menurutnya, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang rakyatnya hidup merdeka. Bebas rasa ketakutan, kemisminan,penindasan, penderitaan. “Masih ada saudara kita umur 70 tahun menarik becak. Ini bukan ciri-ciri bangsa yang merdeka. Merdeka kalau rakyat sungguh-sungguh merasakan kemerdekaan,”tegasnya.
Jend.TNI (Purn) Prabowo ini megajak semua berjuang tanpa menyerah. Berhimpun, dan menjaga kekayaan, dengan tidak diharga dengan harga murah. Demikian juga, kekayaan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Ini tidak mudah, kita harus bersama dan bersama.”
Kebersamaan Bukan Cekcok
Presiden Prabowo juga mengajak, bahwa cita-cita bangsa dapat diwujudkan dengan suasana kebersamaan, persatuan, kolaborasi, bukan cekcok yang berkepanjangan.”Pemimpin tak caci maki, harus arif, bijaksana, mengerti budaya, dan tradisi bangsa. Pendiri bangsa memikirkan demokrasi kedaulatan rakyat setinggi-tingginya.”
Pada kesempatan ini, juga Presiden Prabowo mengajak, untuk menjalankan demokrasi yang santun. Demokrasi yang cocok dengan budaya, berbeda pendapat tidak harus dengan bermusuhan, koreksi tanpa caci maki, bertarung tanpa membenci, tanding tanpa curang.Demikrasi kita harus hindari kekerasan, adu domba, hasut menghasut. “Demokrasi harus sejuk damai, dan menghidari kemunafikan.”//







































