JAKARTA, Bisnistoday – Didalam pidato resmi dihadapan MPR, DPR, serta DPD, usai proses pelantikan sebagai Presiden RI ke-8, Presiden Jend.TNI (Purn) Prabowo Subianto menyatakan akan fokus untuk mewujudkan kembali swasembada pangan nasional. Bahkan, Presiden Prabowo menginginkan Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia.
“Wujudkan swasembada pangan yang sesingkat-singkatnya, tak boleh bergantung dari sumber pangan dari luar. Dalam krisis, tentu tak ada negara yang izinkan barangnya dibeli. Tak ada jalan lain, dalam waktu singkat harus capai ketahanan pangan,” tegas Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Pidato Presiden Prabowo usai prosesi pelaktikan Presiden dan Wapres RI, di Jakarta, Minggu (20/10).
Prabowo menegaskan, bangsa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia secara mandiri. Menurutnya, target kemandirian pangan ini, sudah dipelajari sehingga diharapkan sekitar 4-5 tahun mampu swasembada pangan.“Bahkan, kita siap jadi lumbung pangan dunia.”
Demikian juga bidang kemandirian energi, Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia harus juga swasembada energi. Terlebih kondisi geo politik dunia sedang rawan perang. “Keadaan ketegangan, perang dimana-mana, kita harus siap hadapi kemungkinan terjelek, dan juga negara lain akan mementingkan kebutuhan negaranya sendiri.”
“Kita harus swasembada energi dan kita mampu melakukan. Kita diberi karunia besar, tanaman yang buat kita tak tergantung energi luar, kelapa sawit untuk solar atau bensin. Ada singkong, tebu, sagu, jagung dan lainnya. Belum lagi energi bawah tanah, geothermal, batubara, energi air sangat besar.”
Subsidi Tepat Sasaran
Presiden Prabowo juga menyinggung tentang penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang harus tepat sasaran. Dalam kondisi masyarakat sedang susah, penyaluran subsidi harus tepat sasaran langsung kepada yang membutuhkan.
“Dengan teknologi digital, kita mampu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tak boleh aliran bantuan, itu tidak sampai ke yang membutuhkan. Perlu diubah, subsidi langsung kepada keluarga yang membutuhkan.”
Anak-anak, lanjut Prabowo Subianto harus mendapatkan akses makanan yang bergizi. Setidaknya makan bergizi satu kali dalam sehari. Pemerintah harus mampu melindungi yang ekonomi lemah untuk membuka peluang hadirnya kemakmuran. “Lakukan hilirisasi, komoditas ekonomi, agar membantu kehidupan rakyat makin sejahtera. Prinsipnya seluruh komoditas kita harus bisa dinikmati rakyat.”
Guna meningkatkan kemakmuran, Presiden Prabowo juga bertekad untuk memberantas korupsi. Seluruh pimpinan harus memberikan contoh kepada anak buahnya. Ikan busuk dimulai dari kepalanya.”Semua pejabat eselon, harus beri contoh jalankan kepemimpinan dengan sebersih-bersihnya.”
Presiden Prabowo meyakini, bahwa penegakan hukum yang tegas dan keras bagi penyelewengan keuangan negara, akan berdampak terhadap menurunnya tingkat kemiskinan. “Pemimpin jangan anggap ini tidak mungkin, kalau pemimpin baik akan terpanggil, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bisa diatasi,” cetusnya. //




