www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 25 April 2026
Home OPINI Indepth Rakyat Lagi Susah, Ketum APKLI: Tindak Tegas Pengusaha Rantai Pangan Nakal
Indepth

Rakyat Lagi Susah, Ketum APKLI: Tindak Tegas Pengusaha Rantai Pangan Nakal

Kondisi masyarakat sedang dirundung kesulitan hidup, Pemerintah diminta untuk menindak tegas para pengusaha rantai pasok pangan yang terbukti nakal.

Pedagang Pasar
PEDAGANG Kerak Telor./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menjelang Ramadan serta Hari Raya Lebaran, sebagai momentum para pengusaha ritel untuk mengeruk keuntungan terutama produk pangan. Demikian juga, seperti tahun-tahun biasanya, bahwa momentum pembagian THR bagi pekerja formal menjadi sasaran utama bagi pengeruk keuntungan usaha.

Hanya saja, bagi warga yang beraktifitas non formal tentu tidak memiliki harapan untuk THR. Sekarang ini pekerja non formal juga sudah sulit mencari cuan, apalagi kondisi ramadan nanti tentu harga-harga melonjak semakin sulit dibayangkan betapa rumitnya persoalan.

Terkait hal kehidupan sektor non formal seperti usaha mikro serta pedagang kaki lima, Redaksi Bisnistoday berkesempatan mewancarai, Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., di Jakarta, Minggu (23/2). Lebih lanjut, berikut ini petikan wawancara, deganKetum Asosiasi PKL Indonesia;

Bagaimana tanggapan Anda tentang harga pangan yang mulai naik jelang Ramadan?

Kami berharap Pemerintah dan DPR bisa menjaga stabilitas harga, sekaligus ketersediaan pangan je­lang Ramadan dan Lebaran 2025. Kami sudah mendengar ancaman Pemerintah kepada yang menjual kebutuhan pokok di atas harga eceran (HET) tertinggi. Juga kepada pengusaha nakal yang menimbun kebutuhan pangan.

Saat ini, harga pangan mulai naik. Apa yang perlu dilakukan Pemerintah?

Kami minta Pemerintah melakukan operasi pasar besar-besaran selama Ramadan dan Idul Fitri 2025 sehingga rakyat mendapatkan jaminan bahwa kebutuhan pangan terjaga dan stabil. Kalaupun ada kenaikan, tidak tinggi, yang wajar-wajar saja. Ngunu yo tapi yo ojo ngunu, rakyat lagi susah, kesulitan penuhi kebutuhan hidup.

Apakah operasi pasar efektif menjaga stabilitas harga pangan?

Operasi pasar cukup efektif. Tapi, yang paling penting adalah Pemerintah menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Ada operasi pasar, tapi kalau ketersediaan di lapangan tidak ada, tidak ada artinya.

Jadi, operasi pasar secara besar besaran dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah untuk menja­min stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Saat ini, sudah ada kenaikan harga beberapa komoditas. Apakah per­mintaan masyarakat naik, atau ada permainan?

Hukum ekonomi atau hukum pasar itu berlaku dalam kenyataan di lapangan. Ketika permintaan tinggi menjelang Ramadan dan lebaran, akan terjadi kenaikan harga. Tapi, saya tidak bisa menampik bahwa jika ada event-event besar, ada potensi menimbun dan memainkan harga pangan.

Maksud Anda, ada spekulan yang bermain?

Ini persoalan klasik terjadi setiap tahun jelang ramadhan atau idul fitri juga momentum lainnya, ada pengusaha nakal yang menimbun dan mainkan harga pangan. Saya mendesak pemerintah, khususnya penegak hukum untuk menindak dengan tegas. Tidak boleh pandang bulu, siapa pun yang lakukan dan atau yang membackup. Kalau ada penimbunan bahan pangan dan atau mainkan harga tindak tegas dan hukum seberat-beratnya.

Bagaimana harapan Anda menjelang Ramadan?

Menghadapi Ramadan dan idul fitri 2025, kami ber­harap Pemerintah dan DPR memantau betul kenaikan harga pangan. Tidak boleh terjadi kelangkaan dan kenaikan harga tak wajar. Negara atau pemerintah tidak boleh kalah dari spekulan. Oleh karena, pertama, Pemerintah harus menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Kedua, Pemerintah mampu melakukan operasi pasar besar-besaran selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2025. Bukan sekadar menyampaikan pernyataan akan melakukan operasi pasar. Dan, ketiga. tegakkan hukum setegak-tegaknya tanpa pandang bulu. Kalau ada yang menimbun dan mainkan harga tindak tegas, hukum seberat-beratnya, dan umumkan kepada publik./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Penyediaan Bendungan
Indepth

Infrastruktur Bukan Sekadar Beton: Menguji Arah Pertumbuhan Indonesia

AMBISI Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan...

Kelapa Sawit
Indepth

Menimbang Arah Industri Sawit di Tengah Gejolak Energi dan Geopolitik

INDUSTRI kelapa sawit Indonesia kembali berada di persimpangan strategis. Proyeksi lonjakan harga...

Kendaraan Listrik
Indepth

Gejolak Energi Global dan Peringatan bagi Indonesia: Saatnya Mempercepat Transisi Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Ketegangan geopolitik dunia kembali memberikan peringatan keras bagi sistem...

Truk Kelebihan Beban dan Muatan.
Indepth

Zero ODOL 2027, Ujian Serius Negara Menata Logistik dan Keselamatan Jalan

JAKARTA, Bisnistoday - Target ambisius pemerintah mewujudkan kebijakan Zero Over Dimension Over...