JAKARTA, Bisnistoday – Sepanjang 2025, Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang digagas Kementerian Perdagangan berhasil memfasilitasi 1.217 UMKM dengan nilai transaksi mencapai USD 134,87 juta. Pencapaian ini, diklaim sebagai hasil usaha pemeirntah dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, capaian ini membuktikan produk UMKM nasional memiliki daya saing global. Sepanjang tahun berjalan, ratusan kegiatan business matching digelar, sebagian besar melalui pertemuan virtual yang mempercepat dan memangkas biaya promosi lintas negara.
“Ini bukti UMKM Indonesia punya kesempatan besar diterima di pasar internasional, asalkan difasilitasi dengan tepat,” ujar Mendag di Jakarta, Jumat (6/2).
Dari total transaksi tersebut, USD 57,45 juta telah berbentuk purchase order, sementara USD 77,42 juta lainnya merupakan potensi transaksi lanjutan. Tak kurang dari 622 kegiatan business matching terlaksana, terdiri atas sesi pitching UMKM dan pertemuan langsung dengan pembeli dari berbagai negara.
Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa UMKM Indonesia bukan lagi sekadar penonton dalam perdagangan internasional. Melalui skema penjajakan bisnis atau business matching, para pelaku usaha dipertemukan langsung dengan pembeli mancanegara, membuka jalur ekspor yang sebelumnya kerap dianggap rumit dan eksklusif.
Pasar yang paling aktif menyambut produk UMKM Indonesia antara lain Uni Emirat Arab, Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan. Sementara itu, sektor makanan dan minuman menjadi primadona dengan porsi hampir 30 persen, disusul produk perkebunan, furnitur dan dekorasi rumah, fesyen, hingga perikanan
Tak hanya mengejar angka ekspor, Kemendag juga mendorong pendekatan inklusif. Business matching tematik bagi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha digelar untuk memastikan akses pasar global terbuka secara setara. Produk kerajinan, fesyen, hingga batik diperkenalkan ke pasar Eropa, Asia, hingga Amerika Latin
Dari sisi pelaku usaha, program ini dinilai memberi dampak konkret. Ryza Sulistyanawati, pemilik CV Berkah Pangan Nusantara, menyebut forum pitching membuka pemahaman baru soal standar dan peluang ekspor. Hal senada disampaikan Fifi, produsen rempah asal Bangka Belitung, yang melihat peluang besar bagi produk lada putih Muntok menembus pasar global berkat fasilitasi Kemendag
Ke depan, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menargetkan penguatan peran kedutaan dan konsulat RI di luar negeri untuk pendampingan UMKM yang lebih berkelanjutan. Pemerintah juga menyiapkan rekomendasi 178 pameran internasional sebagai pintu masuk baru ekspor UMKM pada 2026
Di tengah tantangan ekonomi global, lonjakan ekspor UMKM ini menjadi narasi optimistis: bahwa ekonomi rakyat, jika didukung kebijakan tepat dan akses pasar yang adil, mampu menjadi motor pertumbuhan nasional, bahkan di panggung dunia./




