JAKARTA, Bisnistoday – Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli bersama koleganya yakni Amin Rais, Mantan Ketua MPR, serta Mantan petinggi TNI seperti Laksma Suharto, mantan Danjen Kopasus, Soenarko dan para aktifis mahasiswa mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rombongan ini melalui Rizal Ramli menuding pemerintahan sekarang banyak korupsi dan KKN.
“Kenapa kami datang (ke KPK), karena 25 tahun yang lalu, kami berjuang supaya Indonesia bebas dari KKN. Ternyata hari ini kok KKN makin gawat. Selama Jokowi, KKN makin ganas berlipat ganda, makin parah dan vulgar,” tegas Rizal Ramli, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/8).
“Kedua, nopotisme makin luar biasa. Setelah 32 tahun Soeharto berkuasa baru ada. Hari ini, diatur mantunya, bikin kerajaan, atur dinasti. Lupa raja-raja nusantara menyerahkan hartanya untuk bersatu NKRI. Hari ini cita-citanya jadi raja, pakai pakaian daerah. Raja pengkianat pula, Amangkurat, kok tega.”
Menurut Rizal, sekarang ini semua terkena Prank Jokowi semua. Sekiranya tampangnya merakyat, jujur, tetapi tidak begitu, hatinya untuk oligarki.”Ini merupakan pengkianatan terhadap rakyat, rakyat miskin makin susah, dia sendiri ambisi bikin kerajaan.”
“Kami ini datang ke KPK, kami ingin minta KPK kembali ke khitoh-nya. Berjuang untuk berantas nepostisme dan korupsi tanpa pandang bulu. Kini, sudah waktunya.”
Makin Brutal dan Tidak Malu
Pengamat Politik Ubeidilah Badrun mengatakan, kasus korupsi semakin brutal dan tidak malu. Artinya, kondisi nasional Indonesia sudah darurat. Ini, waktunya KPK secara total membongkar, termasuk kasus yang dilaporkan dirinya.
“Yang saya laporkan bukan kecil, tetapi besa, sebenarnya dugaan ada suap ke penguasa, tetapi yang terima anaknya. Sejak Januari 2022, dugaan KKN dan tipikor yang dilakukan keluaga istana. Presiden diduga kuat terima gratikasi dan suap diberikan ke anak-anaknya.
Menurutnya, hal ini penting sebagai momentum untuk mengakhiri praktik korupsi. Rakyat semakin menderita dan korupsi terus merajalela.
Sementara, Tokoh reformasi 98, Amin Rais menegaskan, korupsi saat jaman Presiden Jokowi sudah masuk menyusup ke dalam. “Rumah Jokowi, bersemayam korupsi yang luar biasa. Waktunya to do something.” /









































