www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Kian Terpuruk hingga Tembus Rp15.000 Per Dolar AS
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Kian Terpuruk hingga Tembus Rp15.000 Per Dolar AS

Rupiah pada perdagangan Rabu (12/06) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah antarbank yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (22/0) ditutup melemah hingga melampaui batas psikologis Rp15.000. Hal ini dipengaruhi oleh keutusan bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuannya.

Rupiah ditutup melemah 26 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp15.023 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.997 per dolar AS. “Dolar indeks AS naik tinggi mencatatkan rekor tertinggi baru pasca FOMC yang lebih hawkish,” kata Analis DCXF Futures, Lukman Leong.

Seperti diketahui bahwa bank sentrak Amerika Serikat, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) lagi dan mengisyaratkan kenaikan yang lebih besar pada pertemuan mendatang. Target suku bunga The Fed sekarang berada di level tertinggi sejak 2008 dan proyeksi baru menunjukkannya naik ke kisaran 4,25 – 4,5 persen pada akhir tahun ini dan berakhir 2023 pada 4,5-4,75 persen.

Sementara itu, lanjut Lukman, rupiah sempat rebound setelah BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps di atas ekspektasi 25bps.

“Saya melihat rupiah berpotensi kembali menguat oleh langkah BI yang lebih agresif. Di sisi lain, dolar AS terlihat overbought dan rentan koreksi,” ujar Lukman.

Sementara Bank Indonesia, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Bank sentral turut meningkatkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari tiga persen menjadi 3,5 persen dan 4,5 persen menjadi lima persen.

Bank sentral menyampaikan keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran dua persen hingga empat persen pada paruh kedua 2023.

Selain itu ia menyebutkan langkah tersebut juga dilakukan guna memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.021 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.014 per dolar AS hingga Rp15.049 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp15.033 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.011 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...