www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Sekitar 1.400 Jamaah Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Haji Jabar
Nasional

Sekitar 1.400 Jamaah Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Haji Jabar

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat mulai mempercepat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Salah satu fokus utamanya ialah memastikan sekitar 1.400 jamaah prioritas yang terdiri atas lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas memperoleh layanan pendampingan yang optimal sejak di Tanah Air hingga di Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, Boy Hary Novian, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi data jamaah prioritas agar seluruh jamaah yang membutuhkan pendamping dapat terlayani dengan baik.

“Di Jawa Barat terdapat sekitar 1.400 jamaah prioritas yang terdiri atas lansia dan penyandang disabilitas. Saat ini datanya masih kami verifikasi karena kami ingin memastikan setiap jamaah lansia maupun penyandang disabilitas memiliki pendamping selama menjalankan ibadah haji,” ujar Boy saat ditemui dalam kegiatan UPI Berhaji di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Rabu (22/7).

Menurut Boy, layanan bagi jamaah berkebutuhan khusus akan diperkuat melalui implementasi Haji Inklusif 2027. Program tersebut merupakan pengembangan dari layanan haji ramah lansia dan ramah disabilitas yang telah berjalan sebelumnya, serta haji ramah perempuan yang mulai diterapkan pada penyelenggaraan haji 2026.

“Nantinya akan ada petugas khusus yang mendampingi jamaah penyandang disabilitas maupun jamaah yang memiliki kebutuhan khusus. Pendampingan dilakukan sejak di Tanah Air, mulai dari manasik, kemudian berlanjut selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi,” katanya.

Ia menambahkan, Kemenhaj Jawa Barat telah berkoordinasi dengan Komite Disabilitas untuk menyiapkan tenaga pendamping. Selain itu, pelatihan petugas pendamping akan digabungkan dengan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter agar seluruh petugas memiliki standar pelayanan yang sama.

“Kami ingin seluruh petugas memiliki pemahaman dan standar pelayanan yang seragam sehingga jamaah, khususnya yang membutuhkan layanan khusus, dapat memperoleh pendampingan terbaik,” ujarnya.

Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

Selain memperkuat layanan inklusif, persiapan haji 2027 juga dilakukan lebih awal. Boy menjelaskan, proses verifikasi jamaah yang berhak melunasi biaya perjalanan ibadah haji telah dimulai dan datanya sudah disampaikan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Jamaah yang nomor porsinya sudah masuk kami minta segera melakukan verifikasi apakah siap berangkat atau menunda keberangkatan. Jika siap, mereka dapat segera menjalani pemeriksaan kesehatan, melengkapi dokumen, mengurus paspor, hingga mengikuti proses biometrik untuk bio visa yang mulai dilaksanakan pada 1 Agustus,” jelasnya.

Menurut Boy, percepatan tahapan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kuota haji Jawa Barat. Apabila terdapat calon jamaah yang belum siap berangkat, kuotanya dapat segera dialihkan kepada jamaah berikutnya sesuai urutan nomor porsi sehingga tidak ada kuota yang tersisa.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Didi Sukyadi, mengatakan kegiatan UPI Berhaji diselenggarakan sebagai bagian dari pengembangan karakter sivitas akademika, khususnya para dosen.

“Pertama, ini ditujukan untuk Bapak dan Ibu dosen. Saya meyakini bahwa ibadah haji merupakan bagian dari pengembangan karakter. Karena itu, kami mendorong seluruh dosen agar dapat melaksanakan ibadah haji,” kata Didi.

Ia meyakini nilai-nilai yang diperoleh dari ibadah haji akan berdampak pada kualitas pendidikan di lingkungan kampus.

“Kalau Bapak dan Ibu dosen memiliki karakter yang baik, mereka akan semakin mencintai mahasiswa serta memberikan pendidikan dengan tulus dan penuh kasih sayang. Mungkin dampaknya tidak dirasakan secara langsung, tetapi insya Allah akan memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika UPI,” ujarnya.

Didi menambahkan, pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan pembinaan di luar kelas.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan, khususnya dalam pengembangan karakter, sikap, dan budi pekerti. Harapan kami, ke depan semakin banyak warga UPI yang mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji. Kami juga akan membantu dan mendorong mereka agar cita-cita untuk menunaikan ibadah haji dapat terwujud,” katanya.

Sementara itu, kuota haji Jawa Barat pada 2027 tetap sebanyak 29.643 jamaah, sama seperti tahun sebelumnya. Pemerintah berharap percepatan persiapan dan penguatan layanan inklusif dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memastikan seluruh kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nanik S Deyang
Nasional

Mulai Sakit Jantungan, Kepala BGN Nanik S Deyang Terpaksa Mundur

JAKARTA, Bisnistoday – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengumumkan...

Tol Trans Sumatra
Nasional

Jalan Tol Menjadi Bagian Sistem Pertahanan Nasional

SUBANG, Bisnistoday – Kementerian PU bersama Kementerian Pertahanan serta PT Pindad (Persero)...

Logo BGN
Nasional

Optimalkan Program MBG, Pengurus Badan Gizi Nasional Ditambah

JAKARTA, Bisnistday – Struktur Pengurus Badan Gizi Nasional (BGN) telah disempurnakan menjadi...

Presiden Prabowo
Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Wujudkan Kedaulatan Ekonomi dan Percepatan Reformasi

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan komitmennya terhadap penguatan kedulatan ekonomi nasional,...