JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian ESDM berupaya mempertahankan geliat industri mineral dan batubara (minerba) nasional yang kini berperan penting dalam menopang pertumbuhan industri nasional. Kondisi perekonomian global yang bergejolak menjadikan harga komoditas termasuk pertambangan semakin tinggi sehingga menjadi tumpuan ekspor nasional.
“Kondisi riil saat ini selama covid 19, perekonomian dunia bahkan Indonesia, sangat ditopang sektor ini (mineral dan batubara). Kita manfaatkan baik-baik dan pertahankan dengan baik. Kedepan kita juga pertahankan keberlanjutannya, sustainable,” ungkap Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, saat gelaran perhelatan metalurgi Metconnex pada tanggal 10 & 11 Agustus 2022, bertempat di Assembly Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (10/8).
Ikatan Alumni Teknik Metalurgi ITB Bandung (IA-MET ITB) kembali hadir dengan gelaran perhelatan metalurgi Metconnex dengan mengangkat tema “Sustainability in Mineral dan Metal Processing” sebagai wadah strategis untuk pertemuan dan pertukaran ide dari berbagai pemangku kepentingan untuk melangkah bersama dalam aksi nyata pengembangan industri tambang yang berkelanjutan di Indonesia.
Ridwan Djamalludin menuturkan, pemerintah menyambut baik kegiatan Metconnex. Menurut, ajang Metconnex sejalan dengan kebijakan umum pemerintah dalam melakukan pengembangan hilirisasi, meningkatkan nilai tambah dan pemanfaatan produk dalam negeri. “Kegiatan ini juga saya lihat banyak diikuti anak-anak muda, artinya kita punya masa depan yang baik,” ujarnya.
Ia melanjutkan, didalam pengembangan minerba, tidak boleh melupakan aspek lingkungan. Untuk ini, pemerintah telah memberikan perhatian yang besar. Disisi lain, pelaku industri diminta juga mendorong agar sektor minerba lebih maju dan memberikan nilai tambah.
“Jika ada hal yang perlu diketahui, silahkan sampaikan secara sistematis. Dan juga, silahkan pantau kegiatan pertambangan illegal.” ucapnya.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM ini menuturkan, untuk mengembangkan industri minerba juga membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Saya berharap dalam forum ini muncul kerja sama, dan tidak jalan sendiri-sendiri. Kalau ada kendala regulasi dapat didiskusikan dengan pemerintah,” terangnya.
Kerberlangsungan Minerba
Kedepan, Ridwan Djamalludin mengutarakan, perlunya keberlangsungan dengan memperhatikan ketahanan cadangan minerba. Selama ini, badan usaha didorong untuk kemudahan melakukan eksplorasi dengan model semacam right to match. “Penyediaan anggaran dalam hal eksplorasi, diamanatkan UU,” tuturnya.
Ridwan mengharapkan kaum milenial dapat lebih dalam terlibat di industri minerba karena perannya sebagai pertumbuhan ekonomi sangat penting. Hanya saja, diakui, Dirjen Minerba ini, industri minerba tidak terlepas dari isu lingkungan.
“Karena itu, perusahaan harus bertanggungjawab, dan ada kewajiban penyediaan pendanaan dan disisi lain ada aspek hukum. Saya harap kaum milenial untuk itu, dan bantu pemerintah bersama mewujudkan keberlangsungan industri minerba,” tambahnya.



