www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home EKONOMI Energi Langkah Strategis Leyand International Masuk ke Industri Unsur Tanah Jarang demi Masa Depan Energi

Energi

Langkah Strategis Leyand International Masuk ke Industri Unsur Tanah Jarang demi Masa Depan Energi


Founder dan Direktur Utama PT JSI Sinergi Mas, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj,
Founder dan Direktur Utama PT JSI Sinergi Mas, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj,
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday,- PT Leyand International Tbk (LAPD) kini tengah bersiap mengambil langkah berani dalam peta persaingan industri teknologi tinggi dengan secara resmi menjajaki pengembangan sektor unsur tanah jarang atau rare earth. Keputusan ini diambil sebagai bentuk adaptasi perseroan terhadap pergeseran tren ekonomi global yang mulai meninggalkan energi konvensional menuju ekosistem energi baru terbarukan.

Langkah ini dipandang bukan sekadar diversifikasi biasa, melainkan sebuah transformasi bisnis jangka panjang yang dirancang untuk mengintegrasikan posisi perusahaan ke dalam rantai nilai industri masa depan, khususnya pada segmen kendaraan listrik. Dengan dorongan hilirisasi yang masif dari pemerintah, LAPD berupaya menangkap peluang emas dari potensi mineral yang selama ini belum tergarap secara maksimal di tanah air.

Guna memastikan langkah ini berjalan sesuai dengan ekspektasi pasar dan standar internasional, perusahaan menekankan pentingnya sinergi antara profitabilitas dan keberlanjutan lingkungan. Merujuk pada komitmen tersebut, Founder dan Direktur Utama PT JSI Sinergi Mas, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, menekankan bahwa peluang ini sangat sinkron dengan arah kebijakan nasional.

“Kami ingin memastikan setiap pengembangan dilakukan dengan standar ESG yang kuat agar menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Jamal melalui keterangannya kepada wartawan pada Senin, (27/4/2026).

Rencana ekspansi ini berawal dari identifikasi mendalam terhadap kekayaan alam Indonesia yang memiliki deposit rare earth melimpah, terutama yang bersumber dari mineral ikutan seperti monasit dan xenotime. Wilayah-wilayah penghasil timah di Indonesia menjadi fokus utama karena secara geologis mengandung sisa-sisa mineral berharga yang dapat diolah menjadi unsur tanah jarang berkualitas tinggi.

Berita Terkait: Transisi Energi Berkeadilan Butuh Peran Daerah, Bukan Sekadar Kebijakan Pusat

Berita Terkait:Pengamat Soroti Lambanya Pengembangan Energi Terbarukan

Proses identifikasi ini menjadi fondasi awal bagi LAPD untuk menentukan titik-titik eksplorasi yang memiliki nilai ekonomis paling menjanjikan sebelum melangkah ke tahap teknis yang lebih kompleks. Perusahaan melihat bahwa selama ini potensi monasit dan xenotime sering kali terabaikan, padahal kedua unsur tersebut merupakan kunci utama dalam pembuatan komponen magnet permanen yang dibutuhkan oleh motor listrik.

Keberadaan sumber daya yang spesifik di wilayah penghasil timah ini memberikan keunggulan kompetitif bagi perseroan dalam mengamankan pasokan bahan baku secara berkelanjutan di masa depan. Dengan memanfaatkan aset domestik yang ada, perusahaan optimis dapat membangun basis industri yang kokoh tanpa harus bergantung sepenuhnya pada impor material dari luar negeri.

Setelah memetakan potensi sumber daya, strategi berikutnya yang diusung oleh LAPD adalah memastikan bahwa proses tidak berhenti hanya pada tahap pengerukan atau eksploitasi mentah semata. Perseroan memiliki visi untuk membangun fasilitas pengolahan yang mampu mengubah mineral mentah menjadi produk setengah jadi atau komponen siap pakai bagi industri manufaktur teknologi./Adit

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Diskusi INDEF
EKONOMIEnergi

Pemerintah Diminta Fokus Tata Kelola Hilirisasi Mineral Kritis

JAKARTA, Bisnistoday – Hilirisasi mineral kritis dinilai belum memberikan dampak signifikan positif...

Petronas
EKONOMIEnergi

PC Ketapang II Ltd. Gelar First Steel Cutting Ceremony Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang

BINTAN, Bisnistoday – PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited,...

SPBU
Energi

Sulit Ditahan, Harga Pertamax Ron 92 Naik Menjadi Rp16.250 per Liter

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat kembali terkaget-kaget tiba-tiba harga Pertamax Ron 92 mengalami...

Pipa Gas
Energi

Pipa Gas Milik Pertamina EP di Desa Buni Bakti Babelan Mengalami Kebocoran

BEKASI, Bisnistoday – PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan telah terjadi kebocoran pada...