JAKARTA, Bisnistoday- Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs keterbukaan bursa (IDX), Senin (3/8), sepanjang semester I 2020, kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengalami kerugian sebesar USD 712,73 juta atau setara Rp 10,40 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.600). Disisi lain, pada semester yang sama di 2019, Garuda Indonesia tercatat masih untung USD 24,11 juta.
Menipisnya keuntungan bersih sejalan dengan anjloknya pendapatan usaha untuk penerbangan berjadwal, tak berjadwal dan lainnya, yakni dari USD 2,19 miliar pada semester I 2019 menjadi USD 917,28 juta pada semester I 2020.
Sementara, kewajiban atau utang perusahaan juga membengkak dari USD 3,74 miliar di semester I 2019 menjadi USD 10,37 miliar di semester I 2020. Saat bersamaan, arus kas perusahaan juga berkurang tajam hingga 48,6 persen menjadi USD 165,41 juta.
Remuknya kinerja maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tentu tidak terlepas akibat pandemi virus corona yang terjadi sejak awal 2020. Aktivitas penerbangan domestik dan internasional terganggu, bahkan dihentikan sementara akibat pembatasan berpergian di dalam dan luar negeri.



