www.bisnistoday.co.id
Senin , 28 September 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health PERKI Dukung Upaya Promotif – Preventif Penyakit Jantung Bawaan Melalui Skrining
Sport & Health

PERKI Dukung Upaya Promotif – Preventif Penyakit Jantung Bawaan Melalui Skrining

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang berlangsung pada 7–14 Februari, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) diprakarsai Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan bekerja sama dengan GE HealthCare Indonesia menyelenggarakan program skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) gratis bagi anak usia sekolah secara berseri di 27 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Jayapura.

Inisiatif ini juga diposisikan untuk meraih rekor MURI sebagai kegiatan skrining PJB terbanyak bagi anak-anak yang dilakukan serentak di periode 23 Januari – 14 Februari di berbagai wilayah.

Program skrining ini menargetkan siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren, tidak hanya untuk mendeteksi kelainan jantung sejak dini, tetapi juga sebagai langkah awal pengumpulan data skrining PJB secara nasional yang diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai gambaran PJB di Indonesia.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan bahwa, program ini sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional yang menekankan upaya promotif dan preventif.

“Program skrining PJB sejak tahun 2025 merupakan salah satu skrining pada Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan deteksi dini PJB pada anak sekolah merupakan salah satu upaya edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus memperkuat deteksi dini agar anak-anak dengan PJB dapat memperoleh penanganan yang tepat sedini mungkin. Kolaborasi antara organisasi profesi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia,” paparnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Skrining Massal Kesehatan Jantung di Surabaya, Dorong Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan yang paling banyak ditemukan pada bayi baru lahir, dengan angka prevalensi kira-kira 9-10 per 1000 kelahiran hidup. Penyakit jantung bawaan telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan pada satu tahun pertama kehidupan

Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, Oktavia Lilysari menyatakan, selama ini Indonesia belum memiliki gambaran utuh mengenai prevalensi Penyakit Jantung Bawaan pada anak karena keterbatasan data nasional.

“Melalui skrining, PERKI tidak hanya berupaya menemukan kasus PJB lebih dini, tetapi juga mengumpulkan data awal yang sangat penting sebagai fondasi menuju registri Penyakit Jantung Bawaan nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ucapnya

Dalam pelaksanaan program ini, GE HealthCare (GEHC) Indonesia juga turut mendukung dalam penguatan layanan promotif dan preventif. GEHC menyediakan sistem ultrasonografi yang digunakan selama kegiatan skrining untuk mendukung deteksi dini kelainan jantung pada anak, menghadirkan pencitraan berkualitas tinggi guna penilaian jantung pediatrik yang lebih akurat, serta memperluas akses terhadap alat diagnostik esensial di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.

CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo menyatakan komitmennya untuk memperluas akses terhadap teknologi diagnostik esensial di seluruh Indonesia.

“Dukungan kami terhadap program skrining PJB nasional ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu tenaga medis melakukan deteksi dini, sekaligus mendukung organisasi profesi dan program kesehatan nasional demi masa depan kesehatan anak yang lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, data yang dihimpun melalui program skrining ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal menuju pengembangan registri Penyakit Jantung Bawaan nasional yang lebih komprehensif.

“Dengan meningkatnya kesadaran, akses skrining, dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan dampak Penyakit Jantung Bawaan pada anak-anak di Indonesia,” pungkasnya./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin , amankan tiket ke final Asian Games 2026. (dok:PBSI)
Sport & Health

Leo/Daniel Gandakan Peluang Emas Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meningkatkan potensi perolehan...

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin, saat meraih emas di SEA Games 2025. (dok: NOC Indonesia)
Sport & Health

Kano dan Angkat Besi Berpeluang Sumbang Medali untuk Indonesia di Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kontingen Indonesia berpeluang menambah perolehan medali pada Asian Games...

John Herdman Pelatih timnas Indonesia vs Singapura
Sport & Health

Prediksi Skor Indonesia vs Singapura: Garuda Menang Segalanya

JAKARTA, Bisnistoday - Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana FIFA ASEAN...

Sport & Health

Tak Perlu Risau! HNP Dapat Ditangani Tanpa Operasi

JAKARTA, Bisnistoday – Penanganan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) bagian cervical maupun lumbal,...