www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 24 Februari 2024
Home OPINI Sujono, Berangkat dan Besar dari Kampung
OPINIProfile

Sujono, Berangkat dan Besar dari Kampung

profil sujono
Social Media

Sederetan tokoh serta pejabat negara bahkan presiden RI sekarang ini, seperti diketahui kariernya berangkat dari titik nol dan mayoritas dari mereka sosoknya terlahir dari kultur pedesaan. Muncul istilah kata “wong deso” itulah merupakan bekal kesederhanaan, sekaligus mendewasakan tekad para sosok pejabat di tanah air tersebut menjalani karier dan terjun di dunia politiknya.

Pendewasaan diri dalam pendidikan yang berawal dari desa inilah, seakan mampu dijadikan referensi untuk menilai seseorang tokoh secara luas. Kembali membangun desa yang pernah membesarkan dirinya, juga  merupakan dasar filosofi dari salah seorang calon legislatif yakni Ir Sujono Hadi Sudarno MBA.

“Diantara wisudawan UI di balairung yang megah ini, saya mungkin lulusan yang paling berbahagia. Ya Alloh, nikmat apalagi yang harus kami dustakan. Matur suwun Ibu, Matur suwun Ayah yang telah membimbingku.”

Sujono HS

Sosok Sujono HS, biasa disapa Mas Jono, lahir tepatnya di Desa Ngujung, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada 24 April 1966 ini seolah tidak pernah berhenti memutar otak untuk mendorong pengembangan wilayah terutama di Jawa Timur. Dan kini, Mas Jono menjadi salah satu profesional yang bergelut di bidang usaha energi, menduduki banyak posisi strategis pada beberapa perusahaan, yang berkantor pusat di Jakarta.

Mas Jono lahir dari keluarga petani dan seorang yatim piatu, dari seorang ayah almarhum Hadi Sudarno dan ibunda H. Sutiyem. Sosok profesionalnya diwarisi dari keluarga Ibunda yang dibesarkan dari keluarga pedagang dengan trahnya nenek dari ibu Sutiyem yang dilahirkan di desa Gunungan, Kecamatan Karang Mojo, Magetan. Dalam berbagai kesempatan, Mas Jono selalu mengatakan “Ibuku adalah panutan dan inspirasiku”.

Sedangkan alamarhum ayahanda H. Sudarno benar-benar lahir dari desa Ngujung, Maospati, Kabupaten Magetan. Mas Jono terlahir dari anak Carik (Sekretaris Desa) Ngujung ini, juga jiwa kepemimpinanya banyak diilhami dari ayahanda tersebut.

Mas Jono sendiri, terlahir sebagai putra keempat yang memiliki kakak kandung tertua Drs Sudarto MM, berprofesi PNS di Pemkab Grobongan, Jateng, kakak kedua Tatik Sulistyowati sebagai ibu rumah tangga serta kakak ketiga Dra Sundari Tri Pratiwi, MM seorang PNS di Kementerian Dalam Negeri. Ia juga karuniai dua orang adik yakni Darning Iktiarini SE yang tinggal bersama suami di Kualalumpur, serta adik bungsunya berprofesi sebagai wartawan.

Mas Jono menikahi Fithrawaty SE MBA dan dikaruniai 3 orang anak yang sehat dan cerdas, seorang perempuan dan 2 orang laki-laki dan tinggal di Jakarta. Pulang mudik selalu dilakukan bahkan selalu mengusahakan nyekar di makam orang tua Maospati selalu menjadi sikap perilakunya. Sikap anak muda yang selalu merindukan sosok orang tua panutan.

DUNIA PENDIDIKAN

Semasa kecilnya, Sujono yang merupakan anak keempat dari keluarga H Soedarno ini, sudah terlihat kelihaiannya dalam bergelut dalam bidang pendidikan. Bocah ndeso ini, mulai mengukir prestasinya sejak bersekolah di SD Ngujung I, Maospati. Mas Jono sosok yang berjiwa besar ini selalu menjadi juara umum, tetap menggantungkan angan-angan setinggi langit, dan rupanya harapannya tak jauh meleset seperti yang dicita-citakannya, menjadi pengusaha dan mengembangkan wilayahnya.

Tidak hanya di tingkat SD, prestasi anak singkong ini, terus berlanjut hingga SMP I Maospati dan SMA Negeri II Madiun dengan menyandang juara umum sekolah dan juga sebagai pengurus OSIS. Makin nyata, kepiawaian dalam menempuh pelajaran sekolah maupun di luar sekolah membuahkan hasil mewujudkan cita-citanya untuk sekolah di perguruan tinggi negeri Universitas Indonesia, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), jalur tanpa tes sipenmaru kala itu. Luar biasa untuk ukuran petani dan dari SMA daerah pula.

Bagi seorang anak Carik, menyekolahkan anaknya ke Universitas Indonesia seakan cuma mimpi. Tapi Mas Jono ini lain, dia mampu mewujudkan harapan Orangtua mengadu nasib di Jakarta, dengan membiayai kuliahnya sendiri, dikarenakan Ayahanda tercinta wafat saat baru pada tahun pertama kuliah. Subhanalloh, Mas Jono mampu menyandang lulusan tercepat pada angkatannya dengan nilai yang sangat memuaskan. Mas Jono berujar “Diantara wisudawan UI di balairung yang megah ini, saya mungkin lulusan yang paling berbahagia. Ya Alloh, nikmat apalagi yang harus kami dustakan. Matur suwun Ibu, Matur suwun Ayah yang telah membimbingku”

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Jakarta RegionProfile

Tak Banyak yang Tahu, Orang Ini Ternyata Pemilik Pondok Indah Mall

JAKARTA, Bisnistoday - Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan diketahui merupakan salah satu...

Profile

Indra Gunawan : Komunikasi Jadi Kunci Kelancaran Persoalan Tanah

Sosok Indra Gunawan, bagi kalangan awak media yang berkecimpung dalam informasi pertanahan,...

GagasanOPINI

Peran Koperasi Indonesia: Sebagai Soko Pinggiran

MENURUT data resmi terakhir yang dipublikasikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah...

GagasanOPINI

Kenapa Badan Hukum Koperasi Dibatasi?

KOPERASI merupakan organisasi perusahaan demokratis yang dapat didirikan dan dimiliki oleh siapapun,...