JAKARTA, Bisnistoday – Seiring dengan komersialisasi teknologi buku besar terdistribusi / distributed ledger technology (DLT) dan aset digital yang terus berlanjut, penggunaan uang digital di luar (non) mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDC) diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Hal ini sesuai dengan hasil temuan Whitepaper Citi Securities Services (Survei Citi) terbaru edisi keempat. Sebanyak 65% responden berencana menggunakan opsi non-CBDC seperti stablecoin, deposit tokenisasi, reksa dana pasar uang, dan sistem pembayaran digital untuk mendukung kebutuhan kas dan likuiditas dalam penyelesaian sekuritas digital pada tahun 2026, dibandingkan dengan 15% yang berencana menggunakan CBDC.
Hal ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, di mana CBDC menjadi bentuk uang digital yang lebih diminati sebesar 52%.
Temuan penting dari Whitepaper tahun ini meliputi; adopsi digital berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda: Asia Pasifik dan Eropa memimpin komersialisasi DLT dan aset digital, dengan masing-masing 48% dan 46% dengan responden yang secara aktif mengejar inisiatif.
Selain itu, tokenisasi siap untuk diterapkan sementara native digital issuance membutuhkan waktu lebih lama: Sebanyak 62% responden dari sisi -jual berfokus pada upaya DLT dan aset digital mereka pada tokenisasi berbagai kelas aset, termasuk aset publik dan pribadi, dibandingkan dengan 8% untuk native digital security issuance.
Begitupun, jaringan pribadi lebih diminati: Sebanyak 64% responden dari sisi-jual berharap untuk dapat menggunakan jaringan pribadi (yang dikelola oleh bank, perusahaan teknologi, dan FMI) saat melakukan tokenisasi aset. Namun, di sisi-beli, manajer aset lebih berfokus pada penggunaan blockchain publik untuk tokenisasi dana dan peluang distribusi./


