www.bisnistoday.co.id
Minggu , 16 Agustus 2026
Home EKONOMI Tahun ini, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Membaik
EKONOMI

Tahun ini, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Membaik

PERTUMBUHAN EKONOMI : Rektor UI, Prof.Ari Kuncoro, PhD pada suatu kesempatan di Jakarta, belum lama ini. Ari Kuncoro memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 berkisar 4,1-4,6% saja.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pakar ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 ini berada dalam kisaran 4,1-4,6% secara year on year (yoy). Meski begitu pemerintah perlu memperhatikan faktor inflasi karena berakibat penurunan daya beli masyarakat. 

“Pertumbuhan 4,1 sampai 4,6 persen itu masih sangat terbuka di 2022. Intinya, kita tidak usah terlalu cepat dulu karena faktor inflasi masih ada di belakang kita dan inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat,” kata Ekonom yang juga Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Badan Anggaran DPR yang dipantau di Jakarta, Kamis (3/2).

Ari mengatakan, kemunculan COVID-19 varian Omicron memang meningkatkan ketidakpastian. Namun begitu, sejauh ini penyebarannya lebih terkendali dibandingkan varian Delta sehingga diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian.

“Pengendalian pandemi COVID-19 tetap penting karena sekarang COVID-19 yang terkendali berdampak positif terhadap ekonomi, jadi bukan lagi trade off,” kata Ari.

Ari Kuncoro mendukung upaya pemerintah yang selama ini berusaha mengendalikan COVID-19 dengan tetap memungkinkan aktivitas ekonomi tetap berjalan melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berjenjang.

Dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 yang sebesar 3,51 persen year on year, pertumbuhan ekonomi dipandang mulai normal atau kembali kepada level sebelum pandemi.

Waspada Inflasi

Pada saat yang sama, menurut Ari, inflasi perlu tetap dikendalikan agar tidak melonjak saat kebijakan pengelolaan anggaran dikembalikan, misalnya defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dibatasi tidak lebih dari tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Kita bisa mempelajari dari itu bahwa ternyata mengendalikan inflasi itu menjadi penting, ini juga terkait dg mengendalikan kesehatan. Jadi, ketika ada kondisi terminal nanti, defisit anggaran kembali ke tiga persen dari PDB segala macam, itu situasinya masih aman kalau kita lihat dengan pola pertumbuhan yang ada sekarang,” imbuh Ari./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan menggunakan pesawat jet dari Bandara...

Menteri Koperasi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berkapasitas 45 Ton, Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

MUSI BANYUASIN, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan CPO milik...

Rapat KUR
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai September

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah memastikan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri UMKM Tegaskan Ojol Tidak Dikenai Pajak

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman...