www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home EKONOMI Energi Terdampak Geopolitik Global, Sektor Industri Butuh Insentif Pajak Untuk Tingkatkan Daya Saing
EnergiHEADLINE NEWS

Terdampak Geopolitik Global, Sektor Industri Butuh Insentif Pajak Untuk Tingkatkan Daya Saing

KIT Batang
INFRASTRUKTUR Dasar Kawasan Industri Batang rampung. Kawasan ini merupakan cluster khusus bagi industri nasional untuk lebih berdaya saing lokal dan global./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perseteruan perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran telah memicu lonjakan harga energi global. Kondisi ini, bagi Indonesia sebagai negara yang menggantungkan pasokan energi global berdampak berat terhadap perekonomian nasional. Tingginya harga energi tentu memberatkan kinerja industri, sehingga pemerintah disarankan untuk memberikan insentif pajak langsung.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif, ReforMiner Dr.Komaidi Notonegoro melalui resume kebijakan energi di Jakarta, Senin (29/6). “Pemberian insentif pajak secara langsung terbukti telah mampu menjaga dan meningkatkan kinerja dan daya saing industri nasional pada periode sebelum, selama, dan pasca (pemulihan) pandemi Covid-19,” ungkap Komaidi.

Hal tersebut, lanjut Komaidi sebagai bagian dari mencermati porsi biaya gas dalam struktur biaya input produksi sektor industri. Ia berpendapat, upaya meningkatkan daya saing sektor industri nasional dilakukan dengan melalui pemberian insentif pajak langsung  dengan berbagai keringanan pajak secara langsung kepada industri, akan lebih efektif dan sekaligus menghilangkan dampak negatif yang tidak perlu.

Daya Saing Industri Terpukul

Menurut Komaidi, ReforMiner dan sejumlah kajian lain memandang daya saing industri nasional ditentukan oleh sekitar 15 faktor penentu. Cost competitiveness termasuk didalamnya melalui harga gas hanya salah satu komponen untuk menurunkan biaya input produksi secara relatif. Sejumlah kajian menemukan bahwa daya saing industri nasional lebih banyak ditentukan oleh industrial strategy, market demand, dan resource element.

Berdasarkan data BPS (2025), porsi bahan bakar (termasuk gas), pelumas, dan tenaga listrik dalam komponen biaya input untuk proses produksi pada sektor industri adalah sekitar 6,35%. Komponen terbesar dalam struktur biaya produksi sektor industri adalah bahan baku dan penolong yaitu antara 64,60 %–96,76%, tergantung jenis industrinya. Data tersebut menegaskan bahwa faktor-faktor selain cost competitiveness adalah faktor terpenting dalam daya saing industri nasional.

Merujuk data, lanjut Komaidi, tidak semua jenis industri yang telah diberikan fasilitas HGBT adalah industri dengan porsi biaya gas yang cukup besar dalam struktur biaya input produksi mereka. Porsi biaya gas dalam struktur biaya input produksi industri oleokimia, industri sarung tangan karet, dan industri kaca masing-masing sekitar 3,30%, 7-14%, dan 16 %.

Dengan begitu, dampak konflik Timur Tengah -perang Iran versus Israel/AS- telah menyebabkan harga energi, termasuk harga LNG meningkat signifikan. Harga acuan LNG JKM tercatat mengalami peningkatan lebih dari 60%. Pada awal tahun 2026, harga acuan LNG JKM berada pada kisaran $9–11,5/MMBTU, kemudian meningkat sekitar $15-19/MMBTU, bahkan sempat mencapai $22,3/MMBTU, seiring terjadinya eskalasi konflik.

Peningkatan harga LNG global memberikan dampak secara langsung terhadap meningkatnya harga gas pada semua negara, termasuk harga gas untuk sektor industri di masing-masing negara. Berdasarkan data, saat ini harga gas yang berbasis LNG untuk industri di Filipina sekitar $28,50/MMBTU; Vietnam $27,81/MMBTU; sementara Singapura berada pada rentang $40–48/MMBTU.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Molinas
HEADLINE NEWS

Kemandirian Industri dan Teknologi, Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Asosissi Jalan Tol
HEADLINE NEWS

Penyesuaian Regulasi Dinilai Penting Dalam Mendukung Investasi Jalan Tol

JAKARTA, Bisnistoday – Investasi jalan tol di Indonesia memerlukan dukungan kepastian regulasi...

Otomotif
HEADLINE NEWS

Toyota Pastikan Indonesia Tetap Sebagai ‘Supply Hub’ Ekspor Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto saat bertemu dengan...