www.bisnistoday.co.id
Selasa , 3 November 2026
Home EKONOMI Tiga Kunci UMKM Berbasis Sawit Dapat Tumbuh menurut MenkopUKM
EKONOMI

Tiga Kunci UMKM Berbasis Sawit Dapat Tumbuh menurut MenkopUKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (kanan) saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar SariAgri.id bertema Potensi Membangun dan Mengembangkan UKM Berbasis Sawit, Selasa (27/4).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-  Luasnya lahan sawit ternyata tidak lagi satu-satunya kunci untuk menjadi pemain utama sawit di dunia. Lebih dari itu, manajeman lahan, manajemen SDM, manajemen inovasi, serta teknologi dan manajemen pasar jauh lebih menentukan.

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar SariAgri.id bertema Potensi Membangun dan Mengembangkan UKM Berbasis Sawit, Selasa (27/4).

“Ada tiga kunci agar UMKM berbasis sawit dapat tumbuh. Pertama, petaninya terkonsolidasi, tidak perorangan lagi, dan melalui koperasi. Kedua, terjalinnya kemitraan yang baik. Salah satu indikatornya adalah terfasilitasinya koperasi tani masuk ke dalam rantai nilai global. Ketiga, adanya inovasi, R&D, hilirisasi produk sawit agar memiliki nilai tambah,” ujar Teten.

Bagi MenkopUKM, agenda membangun dan mengembangkan UKM berbasis sawit ini relevan di tengah upaya Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi Covid-19.

Teten mengakui, komoditi sawit memiliki peran penting dalam ekonomi perkebunan dan pertanian nasional. Berdasarkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), ekspor komoditas sawit di tahun 2020 mencapai US$ 22,97 miliar atau setara Rp321,5 triliun. Angka ini tumbuh naik 13,6% dibandingkan pada tahun 2019.

Tahun ini, lanjut Teten, pihaknya memiliki prioritas melahirkan 100 koperasi modern. “Kami terbuka untuk bersinergi melahirkan koperasi sawit yang modern dan mendunia,” tandas MenkopUKM.

Lebih dari itu, kata Teten, ada Lembaga Pengelola Dana Bergulir atau LPDB-KUMKM untuk melengkapi pembiayaan dari BPDPKS sebelumnya. “Pasar energi terbarukan dan konsumsi produk ramah lingkungan juga terus membesar, baik di dalam maupun luar negeri. Ini peluang untuk melahirkan produk-produk sawit unggulan,” tukas Teten.

Teten menambahkan, tanah Indonesia subur, petani juga jumlahnya banyak dan rajin-rajin. “Maka, kolaborasi antara koperasi tani dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha lainnya akan mengubah kekuatan tadi menjadi keunggulan bagi bangsa kita,” kata MenkopUKM.

Teten bercerita, sebelum pandemi, dirinya bersama Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil sempat ke Malaysia untuk melihat FELDA (The Federal Land Development Authority) dan FELCRA (Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority).

“Meski dua entitas itu berbeda, namun kelembagaan ini punya tugas yang sama. Yaitu, mengatasi kemiskinan dengan optimalisasi tanah rakyat, termasuk melalui perkebunan sawit terpadu,” pungkas MenkopUKM./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen Pertengahan November, Pemerintah Anggarkan Subsidi Rp2,6 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan penurunan suku bunga Kredit...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Garap Bisnis Minyak Jelantah, Pasok ke Pertamina

BANYUMAS, Bisnistoday.co.id — Empat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  KDKMP di Banyumas,...

EKONOMI

Menkop Targetkan Koperasi Sawit Bangun Pabrik Minyak Goreng

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan koperasi petani sawit...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Realisasi KUR Nasional Mencapai Rp262,4 triliun

SURABAYA, Bisnistoday.co.id –  Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi...