CILACAP, Bisnistoday — Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap memasuki hari keempat dengan strategi baru. Tim SAR gabungan resmi mempersempit sektor pencarian menjadi dua sektor dengan empat worksite setelah area sebelumnya dinyatakan tuntas.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan bahwa fokus pencarian kini berada di Worksite A1, A2, B1, dan B2. Hal ini dilakukan setelah Worksite A3 dinyatakan selesai dan seluruh korban di titik tersebut berhasil ditemukan.
“Hari ini pencarian dipusatkan di sektor A dan sektor B. Kita mengerahkan 21 ekskavator, 17 kompresor, sembilan anjing pelacak, dan lebih dari 600 personel,” ujar Abdullah di lokasi pencarian, Minggu.
Di sektor A—yang mencakup Dusun Cibuyut—masih terdapat enam korban yang belum ditemukan. Jumlah yang sama juga masih hilang di sektor B yang meliputi Dusun Tarukahan. Asesmen lapangan yang dilakukan pukul 05.30 WIB memastikan tidak ada perubahan signifikan pada titik pencarian.
“Setiap worksite itu luasnya 500 meter persegi. Kalau ada pergeseran satu-dua meter, masih masuk area operasi dan tetap kami kendalikan,” tambahnya.
Tantangan Cuaca Masih Besar
Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz, mengatakan hujan deras pada Sabtu (15/11) malam membuat kondisi lapangan kian sulit. Lokasi yang tergenang membuat tanah berubah seperti bubur, menyulitkan akses dan pergerakan alat berat maupun personel.“Ini tentu menambah tantangan. Koordinasi antar-tim harus makin solid,” katanya.
Untuk mempercepat proses evakuasi, bantuan alat berat terus ditambah, termasuk tiga ekskavator PC200 dari Pemkab Cilacap.“Kami berharap seluruh korban yang masih tertimbun dapat segera ditemukan. Data terbaru menunjukkan masih ada 12 korban dalam pencarian,” ujarnya.
46 Warga Jadi Korban
Longsor terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun rumah-rumah warga di dua dusun sekaligus: Tarukahan dan Cibuyut. Data sementara mencatat 46 warga terdampak, terdiri atas 23 selamat, dua meninggal dunia, dan 21 hilang.
Dalam proses pencarian, tim SAR menemukan satu korban meninggal pada hari kedua (14/11) dan delapan korban pada hari ketiga (15/11). Hingga hari keempat, 12 warga masih dalam pencarian.Selain korban jiwa, longsor merusak 12 rumah, mengancam 16 rumah lainnya, dan menyebabkan penurunan tanah hingga dua meter serta retakan sepanjang 25 meter di area seluas 6,5 hektare./ant/

















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)





















