JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga optimis surplus neraca perdagangan Indonesia akan semakin meningkat setelah Indonesia meratifikasi persetujuan persetujuan perdagangan internasional. Berbagai hasil persetujuan perdagangan mempermudah ekspor produk-produk Indonesia ke berbagai negara di dunia.
“Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan. Hal tersebut akan terus meningkat seiring keterlibatan Indonesia dalam meratifikasi sejumlah persetujuan dagang internasional, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). Beberapa persetujuan tersebut lahir pada masa pandemi Covid-19,” jelas Wamendag.
Berbicara dalam Konferensi Nasional Hukum Bisnis BINUS University yang digelar secara virtual pada Senin (13/12) lalu, Wamendag optimis pelaku usaha nasional dapat memanfaatkan hasil- hasil persetujuan sehingga dapat meroketkan nilai ekspor.
Ke depan, kata Wamendag, Indonesia harus menangkap peluang niaga elektronik yang semakin besar pasarnya dengan mengembangkan produk digital. Ekspor Indonesia diminta tidak hanya mengandalkan produk-produk konvensional, seperti hortikultura dan minyak sawit mentah (CPO).
“Indonesia juga harus mulai mempersiapkan produk-produk unggulan baru seperti gim daring (online game) sebagai produk ekspor Indonesia di masa depan. Bahkan ekspor produk ini tidak membutuhkan transportasi yang kompleks karena semua transaksi dilakukan secara virtual,” lanjut Wamendag.
Senada dengan Wamendag, Dosen Business Law BINUS University Muhammad Reza Syariffudin Zaki atau Reza Zaki percaya bahwa RCEP sebagai persetujuan terbesar kedua di dunia setelah WTO akan mampu memompa semua produk Indonesia untuk menguasai pasar ASEAN dan wilayah lainnya.
“Indonesia saat ini mulai aktif membangun pembukaan perdagangan dan investasi yang semakin kompetitif dan kolaboratif sehingga produk barang dan jasa Indonesia akan mulai ditingkatkan kadar kualitasnya untuk bisa bersaing di pasar luar negeri,” tutur Reza.
Dalam Konferensi Nasional ini juga turut hadir beberapa tokoh lainnya, seperti Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun; Ketua Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI Ermanto Fahamsyah; perwakilan United Nations, International Trade Center Michelle Ayu Chinta Kristy;
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Rektor UNJANI Hikmahanto Juwana; Duta Besar RI untuk Austria, Slovenia, & UN Offices at Vienna Damos Dumoli Agusman; Praktisi Hukum Maritim Internasional Nirmala, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung Taty Sugiarti; perwakilan Tarigan & Partners Lawfirm Ratna Eka Putri; perwakilan Quipper Diandra Sabila Nigara; Paralegal Intern smartlegal.id Muhammad Farhan Akmal; serta Wakil./


