www.bisnistoday.co.id
Senin , 6 Juli 2026
Home OPINI Gagasan Bus Buy Service Tidak Lebih Jadi Program Setengah Hati
GagasanOPINI

Bus Buy Service Tidak Lebih Jadi Program Setengah Hati

PROGRAM TRANSPORTASI : Pemerintah menghentikan program Bus Buy Service ditengah masyarakat perkotaan mulai mengenal dan merasakan layanannya.
Social Media

Begitu konyol, program yang tengah berjalan seperti Buy Bus Service (BTS) dihentikan begitu saja, ditengah masyarakat mulai merasakan layanannya. Memang sangat disesalkan program TDM (transport demand Management) melalui skema Buy The Service (BTS) se-Indonesia, dihentikan semua mulai 1 Januari 2022. Berdasarkan surat pemberitahuan dari Kementerian Perhubungan yang terbit di ujung tahun 2021 tentang  evaluasi BTS diseluruh Indonesia. 

Layanan bus BTS telah diluncurkan di 7 kota besar, yaitu Palembang, Solo, Bali, Yogyakarta, Denpasar, Medan dan Makassar. Tidak hanya kota-kota besar namun kota kecil yang padat penduduknya seperti Kota Bogor dan Kabupaten Banyumas pun telah dilayani oleh bus BTS. Rencananya  BTS juga akan beroperasi di Bandung dan Surabaya di tahun 2022.

Sebenarnya teramat sayang BTS dihentikan walau sementara, karena masih tahap promosi malah berhenti. Kota Bogor melalui layanan BTS Bus Trans Pakuan juga berhenti layanannya yang telah berjalan selama 1,5 bulan. Walau dievaluasipun sebenarnya tidak perlu dihentikan, bila dalam evaluasi ada perubahan regulasi tinggal diubah saja regulasi nya. 

Begitu menyedihkan bagi publik yang mulai belajar menggunakan angkutan umum memakai rute-rute TransPakuan tersebut. Sejatinya Load factor (LF)di koridor 2 di Bogor rata-rata tiap hari mencapai 112 %, sangat ideal. LF di angkutan umum dapat mencapai 60 % sudah baik mendekati normal (80%). Lebih sedih lagi Trans Banyumas belum genap 1 bulan beroperasi juga dihentikan. Masyarakat Banyumas belum sempat menyoba BTS ternyata sudah dihentikan operasionalnya. 

“Bus BTS yang amat canggih dan post-modern ini teramat sayang bila dihentikan sementara, karena memotong hasrat masyarakat yang baru memulai mencintai angkutan umum. Semoga janji pemerintah yang dihentikan sementara tidak lama-lama di akhir Januari 2022 dijalankan kembali. Bila terlalu lama, ditakutkan publik tidak sabar kemudian membeli kendaraan baru.”

Membuat galau masyarakat karena program Bus BTS tersebut dihentikan mengingat masyarakat sudah terlanjur mencintai angkutan umum massal bus BTS. BTS dihentikan sementara isunya karena evaluasi sistem administrasi single years, akan menjadi subsidi multi-years dan akan ada aplikasi dalam pengadaan jasa di E-katalog. 

Sebaiknya jika membuat kebijakan memang harus ada proyeksi kebijakan baru ke depan, alangkah baiknya semua BTS diluncurkan setelah program E-katalog selesai semua bukan sistem kejar tayang, sehingga tidak membuat publik kecewa. Jadi tidak banyak pekerjaan 2 x yang dilakukan sama, trial & error pemborosan dana & kinerja atau waktu dan lainnya.

dedy herlambang
Deddy Herlambang Direktur Eksekutif Instran, di Jakarta, belum lama ini.

Bila demand sudah mulai terbentuk baiknya BTS tidak dihentikan, bila hanya mau ganti sistem administrasi karena bukan ganti produk. Contoh nyata moda KRL ataupun BRT Trans Jakarta tiap tahun selalu dievaluasi tapi tidak pernah dihentikan operasinya walau sementara.  

Anggaran PSO KRL dan BRT Trans Jakarta kontrak juga single years bukan multi years. Jangan sampai nanti BTS bila sdh berganti kontrak multi years, bila kontrak sudah habis berhenti lagi menunggu evaluasi. Berhentinya BTS walau sementara sama saja coitus eruptus terhadap pengguna angkutan umum. 

Menurut info Dishub Solo, untuk BTS Solo tetap berlanjut walau tanpa subsidi dari Pemerintah Pusat. BTS Solo masih berjalan karena pihak operator dan Pemkot Solo mau menanggung biaya operasionalnya. Sebaiknya Pemda-pemda yang mempunyai program bus BTS harus menyertakan modalnya sebagai biaya operasi BTS. 

Lebih berguna Pemda menyetorkan dana APBDnya seperti Pemkot Solo daripada uangnya didepositokan di bank. Lebih baik dana Pemda untuk melayani warganya sendiri, toh nanti dapat reimburse juga dari APBN. 

Tradisi Kurang Baik

Penghentian BTS sebagai tradisi tidak baik, karena bila ada evaluasi takutnya pasti dihentikan sementara. Evaluasi saja berhenti padahal seharusnya tidak perlu berhenti, karena kebutuhan publik akan transportasi umum sudah mulai ada. Subsidi untuk Angkutan Bus Perintis, Angkutan Udara Perintis, Angkutan Penyeberangan Perintis, angkutan KA perintis dan PSO KA sudah berjalan selama ini tanpa ada masalah penghentian sementara selama evaluasi. 

Konsep TDM dengan pull and pull artinya menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menarik menggunakan angkutan umum massal, niscaya berhasil apabila BTS berhasil. Mendorong penggunaan angkutan umum akan berhasil juga dalam perubahan budaya dari motorist oriented menjadi transit oriented. 

Hanya perlu dukungan nyata dari Pemdanya yang membangun fasilitas angkutan umumnya seperti integrasi, pedestrian/trotoar, kanopi dan shelter bus yang aman dan nyaman. Semua stakeholder harus sepakat dengan gerakan-gerakan, kampanye, untuk menggunakan angkutan umum massal.

Butuh Dukungan Semua

BTS akan berhasil apabila didukung oleh fasilitas kepada non motorist transport (NMT) seperti pejalan kaki, pesepeda dan disabilitas yang nyaman ke titik simpul bus stop atau titik integrasi antar moda atau masuk TJD ( transit joint development) di gedung-gedung komersial fasilitas publik, mall, hotel, stasiun dan lainnya. Maka diharapkan kepada Pemda/Pemkot/Pemkab selalu berpihak tulus terhadap angkutan umum massal, termasuk penyediaan prasarana angkutan umum di daerahnya. 

BTS saat ini memang gratis sejauh trayeknya berbeda dengan trayek angkutan umum lain yang berbayar. Akan tetapi BTS dapat dijalankan secara inline dengan trayek angkutan lain, asalkan sama-sama berbayar. Dalam kontek ini BTS dapat switching dengan skema PSO dengan KSO operator-operator bus swasta.

Sejatinya banyak daerah yang sudah menginginkan perbaikan transportasi umum, namun pemerintah masih mengutamakan kota-kota metropolitan (penduduk padat). Sebaiknya paradigma seperti ini mulai diubah, subsidi untuk diberikan pada kota-kota yang kepala daerahnya memang serius akan menata transportasi umumnya secara berkesinambungan (sustainable). Sehingga pemilihan program bus BTS tanpa membedakan klaster kota (metropolitan, besar, sedang dan kecil), namun dipilih kepada pimpinan daerah yang berpihak kepada angkutan umum.” 

Sejak tahun 2000 Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)  telah mengusulkan program BTS tersebut, namun baru dilirik serius nyata oleh pemerintah mulai tahun 2018-2019 karena modal share angkutan umum selalu dibawah 20%. Akhirnya di tahun 2020 BTS diluncurkan pertama kali di Kota Solo, Palembang, Yogyakarta, Medan, dan Denpasar. 

Kurangi Kendaraan Pribadi

Konsep BTS itu sendiri adalah mengurangi kendaraan pribadi di jalan raya. Lalu sebagai gantinya Pemerintah menyediakan angkutan umum massal gratis sebagai konsekuesi insentif pembayaran pajak masyarakat. Dalam persoalan ini Pemerintah dan masyarakat memiliki asas manfaat yakni jalan raya tidak macet lalu lintasnya dan emisi gas buang berkurang, program langit biru dapat berjalan baik. 

Transportasi merupakan urat nadi dalam menjalankan roda perekonomian untuk kemajuan bangsa dan negara.  Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ) beserta peraturan pelaksanaannya telah mengamanatkan hal ini. Pemerintah bertanggungjawab atas penyediaan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau.

Pelayanan bus BTS ini terbilang modern nan canggih karena mengandalkan teknologi untuk keamanan, kenyamanan dan keselamatan penggunanya. Bus BTS dilengkapi dengan standar pelayanan 6K yakni keamanan, keterjangkauan, keselamatan, kesetaraan, kenyamanan, dan keteraturan. BTS bus juga dilengkapi peralatan Internet of Things (IOT) yang mempermudah pengawasan. Beberapa fasilitas lain passenger counting yang akan menghitung jumlah penumpang otomatis sehingga akan lebih transparan. 

Fasilitas layanan lainnya bus juga dilengkapi dengan camera surveillance yang dapat merekam kegiatan di dalam bus. Terdapat pula CP4 yang berfungsi untuk menilai kinerja pengemudi. Bus BTS dilengkapi dengan sensor alarm untuk mendeteksi pelanggaran bila sopir merokok atau mengantuk.

Untuk pembayaran bus juga dilengkapi dengan card-reader untuk tapping non tunai. Bus BTS menjamin bahwa pelayannya tepat waktu. Untuk headway (jarak waktu bus) setiap 10 menit sekali bus datang sehingga penumpang tidak lama menunggu. Semua bus menggunakan GPS, sehingga posisi bus dapat dilacak menggunakan aplikasi Teman Bus./

Jakarta, 7 Januari 2022

Oleh :  Deddy Herlambang, Direktur Eksekutif INSTRAN

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemiskinan
Gagasan

Pengakuan Seorang Anak Tentang Kehidupan Keluarga Miskin Kota

SEJAK tahun 2021, ayah saya bekerja sebagai buruh harian lepas di Yogyakarta....

Orasi Ilmiah
Gagasan

“Dramaturgi” Dibalik Skandal Riset “Bodong”

DUNIA akademik Indonesia baru saja dihantam badai yang memalukan di panggung internasional....

Kopdes Merah Putih
Gagasan

Jangan Dipersempit, Koperasi Desa Merah Putih Mesti Dipandang Lebih Holistik

RASANYA, perlu diselaraskan dalam pemikiran koperasia atas hadirnya program Koperasi Desa /Kelurahan...

Dream Job
Gagasan

Secercah Harapan Muncul, Semoga Badai Ekonomi Segera Berlalu

BELUM LAMA INI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan perlunya disiplin fiskal. ...