www.bisnistoday.co.id
Jumat , 18 September 2026
Home EKONOMI Gerakan Womenpreneurs Perkuat Ekosistem Bisnis Kewirausahaan
EKONOMI

Gerakan Womenpreneurs Perkuat Ekosistem Bisnis Kewirausahaan

WOMENPRENEURS (NDONESIA NETWORKS: Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (kanan) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga pada acara launching Womenpreneurs Indonesia Networks, secara daring, Senin (31/1).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Gerakan Womenpreneurs Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis kewirausahaan yang dilakukan para perempuan. Sehingga, mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam struktur ekonomi nasional, sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Hal tersebut dipaparkan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, pada acara launching Womenpreneurs Indonesia Networks (WNI), secara daring, Senin (31/1).

“Selain itu, perempuan mampu berperan sebagai agent of development dalam pemberdayaan masyarakat menjadi wirausaha yang tangguh,” tandas Teten.

MenKopUKM pun mengajak kaum perempuan kalangan generasi muda milenial, khususnya mahasiswa, untuk menjadi wirausaha. Pasalnya, banyaknya jumlah wirausaha menunjukkan tingkat kemajuan suatu negara, makin tinggi jumlah wirausaha suatu negara, makin maju negaranya.

Teten mencatat, ada lebih dari 50% bisnis usaha mikro dan kecil Indonesia dijalankan perempuan. Sebanyak 34% usaha menengah, 56% usaha kecil dan 52% usaha mikro di Indonesia dimiliki perempuan.

Namun demikian, Teten mengakui, terdapat berbagai tantangan yang kerap menghampiri kaum perempuan yang ingin menjadi pengusaha. Antara lain, kurangnya akses finansial (36%), kurangnya kepercayaan diri (30%), kurangnya informasi untuk memulai bisnis (32%), dan tidak adanya lokasi untuk menjalankan bisnis (26%).

Untuk itu, menurut MenKopUKM, diperlukan dukungan yang mampu menjadikan ide bisnis yang dimiliki  perempuan menjadi bisnis yang sukses. “Pertama, akses untuk perangkat digital yang tepat dan mendapat dukungan. Kedua, dukungan dan saran terkait pelayanan kepada pelanggan. Ketiga, jaringan dan komunitas. Dan keempat, akses finansial atau pembiayaan,” ulas Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menyampaikan bahwa perempuan pada nyatanya memiliki kekuatan.

“Melihat dari jumlah penduduk Indonesia saja, jumlah penduduk perempuan 49,48% dari populasi Indonesia. Berarti kalau kita bandingkan dengan laki-laki, kita setara,” ucap Bintang.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Menteri Koperasi dan UKM bahwa 50% bisnis usaha mikro dan kecil Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan. “Artinya ini adalah kekuatan perempuan,” tegas Bintang.

Melihat dari segi ekonomi, data McKinsey Global Institute Analysis (2018) menyimpulkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan PDB sebesar USD 135 miliar per tahun di tahun 2025 dengan syarat jika partisipasi ekonomi perempuan ditingkatkan.

Selain itu, Hermawan Kartajaya (Incoming Chair International  Council for Small Business) mengakui juga sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. “Maka dari itu, kreatifitas sangat diperlukan UMKM. Tanpa kreatif, tidak akan ada inovasi. Inovasi adalah solusi baru untuk customer,” tukas Hermawan.

Kemudian, lanjut Hermawan, harus ada enterpreneur yang memutuskan apakah inovasi ini bisa jalan atau tidak dengan segala macam pengambilan resiko dan kolaborasi.

“Dan akhirnya, yang menjalankan sehari-hari agar UMKM itu naik kelas adalah leader. Sehingga, urutannya jelas, yakni creativity, innovation, enterpreneurship, dan leadership,” pungkas Hermawan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian...

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...