JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada Jumat (1/4). Aksi koleksi saham ini distimulus dari penguatan bursa Asia serta derasnya jumlah beli bersih asing atau net foreign buy.
IHSG ditutup menguat tipis 7,31 poin atau 0,1 persen ke posisi 7.078,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,52 poin atau 0,44 persen ke posisi 1.027,51.
“Penguatan IHSG didorong peningkatan bursa Asia serta derasnya net foreign buy senilai Rp1,28 triliun atas saham sektor energi, industri baku, dan pertambangan logam ,” kata Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang kepada Antara di Jakarta, Jumat (1/4).
Sementara, menurut Edwin, Bursa Asia sempat tergelincir ketika data manufaktur Tiongkok yakni The Caixin/Markit Purchasing Managers’ Index bulan Maret hanya tumbuh di level 48,1, terendah sejak Februari 2020. Tetapi setelah dilihat lebih teliti ternyata data tersebut turun hanya karena pengaruh COVID-19 varian Omicron yang sifatnya jangka pendek.
“Mengetahui hal tersebut, investor kembali membeli saham di bursa Asia sehingga akhirnya ditutup menguat,” terang Edwin.
Dibuka menguat, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif, namun perlahan menguat hingga ke zona hijau saat mendekati akhir perdagangan bursa saham dan menetap.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,28 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,18 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.290.560 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,34 miliar lembar saham senilai Rp14,26 triliun. Sebanyak 213 saham naik, 299 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya./Ant



