www.bisnistoday.co.id
Kamis , 2 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Melemah Dipengaruhi Sentimen Lonjakan Covid-19
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Melemah Dipengaruhi Sentimen Lonjakan Covid-19

IHSG Melemah
IHSG MELEMAH dimotori saham sektor keuangan./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Awal pekan, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 18,07 poin atau 0,27 persen ke posisi 6.722,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 7,48 poin atau 0,78 persen ke posisi 952,2.

Pada perdagangan Senin (11/7) IHSG ditutup melemah, terimbas kekhawatiran pelaku pasar terhadap naiknya jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air. 

“Di samping tekanan kuantitas konsumsi yang ditandai dengan penurunan kinerja penjualan ritel pada Mei 2022 imbas harga pangan yang tinggi, angka kasus harian COVID-19 yang sudah meningkat di atas 2.700-an kasus kembali membawa kekhawatiran adanya perubahan kebijakan atas status level PPKM yang dapat menghambat aktivitas ekonomi hingga memberatkan laju IHSG,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.

Sejumlah negara di Asia pun tengah mengalami kenaikan kasus. Apalagi penularannya yang lebih cepat, penyebarannya berpotensi menjadi lebih masif. Sejumlah kota di China seperti Shanghai dan Shandong telah melaporkan temuan kasus sub-varian BA.5.

Demikian halnya dengan Hong Kong yang juga mengalami kenaikan kasus hingga menutup aktivitas kasino untuk menekan laju penyebaran. Hal itu tentunya dinilai berpengaruh terhadap pergerakan indeks Asia.

Dibuka menguat, IHSG mayoritas bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu TLKM, ASII, BRPT, KLBF, MIKA. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni GOTO, BBRI, MDKA, BBCA, BBNI.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi  2,12 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non-primer masing-masing naik 1,18 persen dan 0,76 persen. 

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling 0,92 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor infrastruktur masing-masing turun 0,43 persen dan 0,11 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp205,73 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp2451,21 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.007.147 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,11 miliar lembar saham senilai Rp8,53 triliun. Sebanyak 251 saham naik, 252 saham menurun, dan 184 tidak bergerak nilainya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...