www.bisnistoday.co.id
Jumat , 4 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Kembali Melemah Terimbas Data Inflasi AS yang Masih Tinggi
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Kembali Melemah Terimbas Data Inflasi AS yang Masih Tinggi

Rupiah ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi menjadi sentimen negatif. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (14/9) ditutup melemah 56 poin ke posisi Rp14.908 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.852 per dolar AS.

Pelaku pasar menilai data inflasi AS yang masih tinggi tersebut pada akhirnya akan membuat Bank Sentral AS, The Fed semakin hawkish dalam kebijakan moneternya.

Reaksi negatif tersebut terjadi lantaran kenaikan inflasi Negeri Paman Sam bukan hanya terjadi pada inflasi indeks harga konsumen (IHK), tetapi inflasi intinya pun juga meningkat.

Seperti diketahui bahwa angka inflasi AS di level 8,3 persen secara tahunan pada Agustus 2022.

“Hari ini memang rupiah terlihat melemah sejalan dengan kondisi global market yang cenderung risk off, dipengaruhi oleh rilis inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan,” kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya di Jakarta, Rabu (14/9).

Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/9), Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen (mom) pada Agustus atau 8,3 persen (yoy). IHK inti juga naik 0,6 persen (mom) atau 6,3 persen (yoy). Angka itu lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan mendorong dolar AS lebih kuat dan memicu ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar oleh Federal Reserve (Fed) dalam upaya untuk mengekang inflasi.

“Terlihat juga dolar cenderung menguat sejak kemarin. DXY kembali berada di atas 109,” ujar Rully.

Sementara dari dalam negeri, lanjut Rully, pelaku pasar menunggu publikasi data neraca perdagangan Agustus yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (15/9) besok.

Sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 4,23 miliar dolar AS pada Juli 2022 lalu, yang sekaligus sebagai surplus ke-27 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus Juli berasal dari nilai ekspor sebesar 25,57 miliar dolar AS dan impor 21,35 miliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli banyak ditopang oleh surplus komoditas nonmigas.

Perdagangan nonmigas Indonesia mengalami surplus 7,31 miliar dolar AS pada Juli 2022, dengan komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, bijih, kerak, dan abu logam.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.935 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.907 per dolar AS hingga Rp14.943 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.923 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.861 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan dari The Infobank Insurance Award 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...