JAKARTA, Bisnistoday – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berkomitmen memperkuat aspek keberlanjutan dengan meluncurkan Astra Agro Sustainability Aspirations pada tahun 2022. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa, dalam Public Expose yang dilaksanakan secara daring, Senin (3/4).
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan merupakan komitmen penting yang harus diimplementasikan agar Perseroan mampu menjawab tantangan bisnis dalam jangka panjang,” ungkap Santosa di Jakarta.
Astra Agro mengimplementasikan program tersebut melalui Triple-P Roadmap strategy yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution Roadmap. ”Kami menargetkan seluruh target program Astra Agro Sustainability Aspirations tercapai tahun 2030,” tegasnya.
Menurut Santosa, untuk mencapai cita-cita sejahtera bersama bangsa, Astra Agro berkomitmen melakukan pengembangan masyarakat sekitar, termasuk Komunitas Adat Terpencil (KAT).
Komitmen tersebut, lanjut Santosa, diwujudkan melalui 4 pilar CSR yakni bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Astra Agro menargetkan 200.000 masyarakat dari 300 desa sekitar perusahaan menerima manfaat program.
“Saat ini program CSR Perseroan telah memberikan dampak langsung bagi 128.623 orang di sekitar perkebunan,” katanya.
Sebanyak 53.700 petani kelapa sawit menjadi salah satu kelompok masyarakat yang menerima dampak positif. Berbagai skema program kemitraan dijalankan dalam rangka memenuhi kebutuhan petani kelapa sawit agar bisnis budidaya kelapa sawit masyarakat berkelanjutan.
“Perseroan juga melakukan program pengembangan ekonomi yang bersumber dari kearifan lokal serta potensi wilayah melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA),” tuturnya.
Penyegaran Pengurus Perseroan
Manjamen PT Astra Agro Lestari Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham pada Senin (3/4). Didalam hasil putusan rapat disetujui adanya perubahan susunan komisaris dan jajarang direksi perseroan.
Sebagai Presiden Komisaris adalah Chiew Sin Cheok. Sedangkan anggota dewan komisaris ditetapkan Johannes Loman, Komisaris independent, Aridono Sukmanto dan Komisaris independent: Ratna Wardhani.
Sementara, RUPS memutuskan sebagai Presiden Direktur, Santosa dibantu para direktur lainnya yakni Mario Casimirus Surung Gultom, M. Hadi Sugeng Wahyudiono, Rujito Purnomo, Said Fakhrullazi, Eko Prasetyo Wibisono serta Djap Tet Fa./



